Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sahur Pakai yang Manis, Energi Nambah atau Cepat Drop?

Magang Radar Malioboro • Kamis, 8 Januari 2026 | 19:04 WIB
Asupan makanan dan minuman manis sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa, bukan saat sahur, agar energi lebih stabil selama berpuasa. (Ilustrasi/AI)
Asupan makanan dan minuman manis sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa, bukan saat sahur, agar energi lebih stabil selama berpuasa. (Ilustrasi/AI)

RADAR MALIOBORO - Saat bulan Ramadan, makanan dan minuman manis menjadi favorit orang-orang yang berpuasa. Banyak orang meyakini bahwa konsumsi gula, terutama saat sahur, bisa membuat tubuh lebih kuat dan tidak cepat lemas saat puasa. 

Gula memang berperan sebagai sumber energi, namun tidak benar-benar menguntungkan untuk puasa seharian. Ketika mengonsumsi gula, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa yang langsung masuk ke aliran darah. Inilah yang membuat tubuh terasa lebih segar dalam waktu singkat. Masalahnya, energi dari gula dilepaskan dengan sangat cepat.

Akibatnya, kadar gula darah naik lalu turun drastis dalam waktu singkat. Saat penurunan ini terjadi di pagi atau siang hari, tubuh justru akan:
    •    Lebih cepat merasa lapar
    •    Mudah lemas
    •    Lebih cepat haus
    •    Sulit fokus 

Baca Juga: Pengen Main Saham? Ini Kesalahan Trader Pemula yang Sering Disesali

Inilah alasan mengapa sahur dengan makanan atau minuman manis justru sering membuat puasa terasa lebih berat, bahkan sebelum tengah hari. Gula juga membuat tubuh akan lebih sering buang air kecil. Jika cairan terus-terusan kencing, maka cairan akan berkurang dan risiko dehidrasi meningkat.

Gula justru lebih bermanfaat dikonsumsi saat berbuka puasa. Setelah seharian berpuasa, kadar gula darah memang menurun dan tubuh membutuhkan asupan energi cepat. Di momen ini, konsumsi makanan atau minuman manis bisa membantu mengembalikan energi sebelum makan utama. Namun tetap perlu diingat, porsinya tidak berlebihan.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah, menegaskan bahwa konsumsi gula tidak boleh berlebihan karena dampaknya sangat besar bagi kesehatan. 

“Batas konsumsi gula harian yang dianjurkan Kementerian Kesehatan maksimal 50 gram atau setara 4–5 sendok makan per hari untuk orang dewasa. Untuk anak sekolah tentu lebih rendah, sekitar 3–4 sendok makan,” jelasnya.

Baca Juga: Kaum Rebahan Pasti Relate: Pandangan Kabur Saat Berdiri, Apakah Berbahaya?

Ia mengingatkan bahwa gula tidak hanya berasal dari minuman manis, tetapi juga tersembunyi dalam banyak makanan sehari-hari, mulai dari nasi,  jajanan pasar, hingga bumbu tambahan seperti kecap, saus, dan sambal. 

Oleh karena itu, alih-alih fokus ke konsumsi makanan manis, sebaiknya, diganti dengan beberapa kombinasi asupan, seperti:
    •    Karbohidrat kompleks yang memberi energi lebih lama
    •    Protein untuk menjaga stamina dan rasa kenyang
    •    Serat dari sayur dan buah agar gula darah lebih stabil
    •    Air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi

Dengan kandungan-kandungan pada menu sahur tersebut, energi akan dilepas perlahan dan tubuh lebih siap menjalani puasa hingga sore hari.

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pakai #sahur #cepat #energi #manis #Drop #nambah #atau #yang