Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sebulan Putus Cinta, Ini Rekomendasi untuk Gen Z agar Cepat Move On

Magang Radar Malioboro • Minggu, 11 Januari 2026 | 16:23 WIB

Galau adalah hal yang wajar setelah putus cinta, tapi sebulan pertamamu akan menentukan seberapa cepat kamu berdamai dengan diri sendiri. (Pinterest/Lyne Mor)
Galau adalah hal yang wajar setelah putus cinta, tapi sebulan pertamamu akan menentukan seberapa cepat kamu berdamai dengan diri sendiri. (Pinterest/Lyne Mor)
 
RADAR MALIOBORO - Setelah putus dari hubungan percintaan, terkadang kita tidak hanya kehilangan orangnya, tapi kehilangan kontrol atas diri sendiri. Bayangkan aja, biasanya ada chat saat bangun tidur, telponan sebelum tidur, hingga rencana ngedate ke tempat-tempat menarik setiap weekend nya harus berhenti tiba-tiba. tulah kenapa hari demi hari di bulan pertama setelah putus sering terasa paling berat.

Di fase ini, banyak cara yang dilakukan oleh seseorang. Ada yang pura-pura kuat, ada yang langsung cari pengganti, ada juga yang tenggelam tanpa arah. Apa yang kamu lakukan di 30 hari awal akan sangat menentukan apakah kamu pelan-pelan pulih, atau justru makin terjebak dalam kesedihan.

Berikut rekomendasi hal-hal yang perlu kamu lakukan untuk kebaikan pikiran dan perasaan mu di bulan pertama setelah putus.

Baca Juga: Milledenials, Band Emogaze Asal Bali yang Menembus Panggung Musik Internasional 

Minggu Pertama: Bertahan dan Menenangkan Diri

Di minggu pertama, jangan menuntut diri untuk kuat. Biarkan diri merasa sedih, kecewa, bahkan menangis jika perlu. Menekan emosi justru membuat luka makin dalam. Yang penting, tetap jaga kebutuhan dasar: makan meski sedikit, mandi, tidur, dan keluar rumah walau hanya sebentar.

Di fase ini, mengurangi paparan media sosial sangat membantu. Melihat aktivitas mantan atau membandingkan diri dengan orang lain hanya akan memperpanjang rasa sakit. 

Minggu Kedua: Mulai Mengisi Waktu dengan Aktivitas Ringan

Memasuki minggu kedua, emosi biasanya masih naik turun, tetapi tubuh dan pikiran mulai sedikit lebih stabil. Ini waktu yang tepat untuk mengisi hari dengan aktivitas sederhana. Tidak harus dengan aktivitas yang hebat dan terlihat wow di mata orang, lakukan apapun yang penting membuat pikiran tidak terus-menerus kembali ke masa lalu.

Membaca buku, menonton film ringan, menulis jurnal, atau sekadar merapikan kamar bisa membantu mengalihkan fokus. Aktivitas fisik ringan juga berperan besar karena membantu tubuh melepas hormon yang memperbaiki suasana hati.

Minggu Ketiga: Kembali ke Diri Sendiri

Baca Juga: Tingkatkan Keguyuban, Warga RT 13 Kocoran Caturtunggal Gelar ‘Konco Ngopi’ di Jalan Kaliurang

Di minggu ketiga, banyak orang mulai menyadari dan realistis bahwa hidup tidak berhenti karena hubungan berakhir. Ini fase untuk kembali ke diri sendiri, setelah melewatkan hal-hal yang dulu sempat diabaikan karena terlalu fokus pada pasangan.

Mungkin dulu kamu suka nulis, gambar, masak, main musik, atau sekadar nongkrong tanpa mikir chat balasan. Coba lakukan  lagi hal-hal itu. Tidak harus langsung jago atau konsisten, yang penting kamu merasa “oh, aku masih punya dunia sendiri”.

Minggu Keempat: Menata Ulang Arah dan Rutinitas

Di minggu keempat, luka mungkin belum sepenuhnya sembuh, tetapi kamu biasanya sudah lebih mampu berpikir jernih. Ini saat yang tepat untuk menata ulang rutinitas dan tujuan pribadi. Kamu tidak perlu cepat-cepat merencanakan hubungan baru, tapi mulailah konsisten melakukan rencana dalam hidupmu.

Setiap orang memang punya tempo waktu untuk move on yang berbeda. Bulan pertama setelah putus bukan tentang cepat move on, tapi caramu untuk pelan-pelan menerima situasi dan bangkit secara perlahan. 
Jika di bulan pertama rasa sedih justru makin berat, disertai kehilangan minat pada semua hal, gangguan tidur ekstrem, atau muncul pikiran menyakiti diri sendiri, kamu perlu waspada untuk kebaikan dirimu kedepannya. Kondisi tersebut perlu ditangani dengan bantuan profesional seperti berkonsultasi ke psikolog atau konselor. 

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#cepat #Gen Z #sebulan #cinta #rekomendasi #putus #move on