Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Apa Saja Pantangan Saat Imlek? Ini Daftar yang Perlu Diperhatikan

Magang Radar Malioboro • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:31 WIB
Ilustrasi pantangan saat imlek. (Pinterest)
Ilustrasi pantangan saat imlek. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak menjadi momen kebersamaan keluarga, tetapi juga sarat dengan nilai tradisi yang dijaga secara turun-temurun. Dalam budaya Tionghoa, terdapat sejumlah pantangan yang dipercaya memiliki makna simbolis dan berkaitan dengan harapan akan keberuntungan, kesehatan, serta keharmonisan di tahun yang baru.

"Ini sebenarnya bukan disebut sebagai mitos, tetapi sebagai tradisi budaya Tionghoa di masa Imlek. Tradisi ini sudah dilaksanakan dari generasi ke generasi selanjutnya, sehingga menjadi aturan tidak tertulis yang sebaiknya dipatuhi," kata Yulius saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Sabtu (25/1).

Yulius menegaskan bahwa pantangan Imlek lebih tepat dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, bukan sebagai mitos semata. Karena itulah, hingga kini banyak warga keturunan Tionghoa masih berupaya mematuhinya.

Baca Juga: Tren Digital 2026: Peluang Cuan dari E-Book, Online Course, hingga Jasa AI

Berikut hal-hal yang pada perayaan Imlek lebih baik dihindari menurut tradisi masyarakat Tionghoa.
1.    Menyapu dan Membuang Sampah
Pantangan ini berkaitan dengan symbol keberuntungan yang diyakini baru “masuk” di awal tahun. Menyapu atau membuang sampah dianggap sebagai tindakan mengusir rezeki yang seharusnya dijaga. Oleh karena itu, menyapu atau membuang sampah sebaiknya dilakukan esok hari setelah Imlek.
2.    Mencuci Pakaian
Mencuci pakaian dipercaya dapat menghanyutkan keberuntungan yang baru datang. Air dalam tradisi Tionghoa sering dimaknai sebagai simbol aliran rezeki, sehingga aktivitas mencuci di hari pertama Imlek sebaiknya dihindari.
3.    Mengucap Kata-Kata Negatif
Ucapan bernada kasar, keluhan, atau kata-kata yang bermakna buruk diyakini dapat membawa energi negatif. Imlek dianggap sebagai awal yang baru, sehingga menjaga ucapan dipandang penting agar suasana sepanjang tahun tetap positif. 

Baca Juga: Lima Coffee Shop Ternyaman untuk WFC dan Nugas di Jogja
4.    Memotong Rambut dan Kuku
Memotong rambut dan kuku saat Imlek dipercaya dapat mengurangi keberkahan atau keberuntungan yang seharusnya dipertahankan pada hari perayaan tahun baru Imlek. Disarankan memotong rambut dan kuku satu hari sebelum atau satu hari sesudah Imlek.
5.    Memecahkan Barang
Barang yang pecah dimaknai sebagai simbol rusaknya keharmonisan atau datangnya kesialan. Jika hal ini terjadi tanpa sengaja, Sebagian orang biasanya mengucapkan kalimat penangkal sebagai simbol harapan agar hal buruk tidak benar-benar terjadi. 
6.    Berhutang atau Menagih Utang
Tahun baru Imlek dimaknai sebagai awal yang bersih dan ringan. Membawa urusan utang ke tahun yang baru dipercaya dapat menimbulkan beban, baik secara finansial maupun emosional. Karena itu, urusan utang-piutang dianjurkan diselesaikan sebelum perayaan.

Baca Juga: Journaling: Hobi Produktif Solusi Redakan Stres

Pantangan saat Imlek pada dasarnya tidak dimaksudkan untuk membatasi aktivitas, melainkan menjadi pengingat akan pentingnya memulai tahun baru dengan sikap lebih bijak, pikiran positif, serta hubungan yang harmonis. Tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Tionghoa yang terus dijaga hingga kini, meski zaman terus berkembang. (Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#imlek #tahun #Pantangan #Baru #cina