RADAR MALIONORO — Di tengah derasnya standar sosial yang beredar di media sosial, banyak orang merasa tertekan untuk menyesuaikan diri, mulai dari cara bersikap hingga kepribadian. Padahal, menjadi diri sendiri dengan keunikan masing-masing justru dinilai lebih sehat secara mental dan emosional.
Salah satu contoh kepribadian yang kerap disalahpahami adalah otrovert. Tipe ini menggambarkan individu yang berada di antara introvert dan ekstrovert. Otrovert nyaman bersosialisasi, namun tetap membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi. Mereka tidak tertutup, tetapi juga tidak selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Kepribadian otrovert menunjukkan bahwa tidak semua orang harus masuk dalam kotak kepribadian tertentu. Individu dengan karakter ini cenderung selektif dalam memilih lingkungan sosial dan lebih mengutamakan kualitas hubungan dibandingkan kuantitas pertemanan. Hal ini membuat mereka kerap dianggap pendiam, padahal sebenarnya reflektif dan penuh empati.
Baca Juga: Sebelum Membeli Skincare, Pahami Bahan-Bahan Kimia Ini Untuk Tahu Manfaatnya
Psikolog menilai, keunikan kepribadian terbentuk dari kombinasi faktor genetik, pengalaman hidup, lingkungan sosial, serta pilihan pribadi. Tidak ada kepribadian yang paling benar atau salah. Setiap individu memiliki “sidik jari psikologis” yang berbeda, bahkan pada saudara kembar sekalipun.
Menjadi pribadi yang unik justru memiliki banyak manfaat. Individu yang menerima dirinya sendiri cenderung lebih percaya diri, mandiri dalam mengambil keputusan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Selain itu, keunikan juga mendorong kreativitas dan kemampuan menjadi penengah dalam berbagai situasi sosial.
Di era digital yang penuh perbandingan, mengenali batas energi diri, menghargai kebutuhan pribadi, dan tidak memaksakan diri mengikuti standar orang lain menjadi langkah penting menjaga kesehatan mental. Menjadi unik bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang membentuk karakter seseorang secara utuh.
Baca Juga: Ratusan Siswa SD hingga SMP se-Pulau Jawa Adu Bakat di Ajang SI UNYIL XIII Madrasah Mu’allimaat
Jika masih kesulitan memahami diri sendiri atau merasa tertekan secara sosial, berkonsultasi dengan profesional dapat menjadi langkah bijak untuk mengenali potensi diri lebih dalam.
(Alena Mutiara)