Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang 200 Meter Libatkan Helikopter Basarnas

Magang Radar Malioboro • Jumat, 23 Januari 2026 | 12:56 WIB
Ilustrasi evakuasi korban pesawat ATR 42-500 dari jurang 200 meter libatkan helikopter basarnas. (Dilansir dari Antara News)
Ilustrasi evakuasi korban pesawat ATR 42-500 dari jurang 200 meter libatkan helikopter basarnas. (Dilansir dari Antara News)

RADAR MALIOBORO - Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter di Kawasan Pegunungan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan helicopter Basarnas pada Rabu pagi, setelah sempat tertunda akibat kondisi cuaca.

On Scene Coordinator (OSC) Operasi SAR, Andi Sultan, menjelaskan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki tersebut sebenarnya telah ditemukan sejak Minggu (18/1). Namun, medan yang ekstrem serta cuaca yang kurang bersahabat membuat proses evakuasi baru bisa dilakukan beberapa hari kemudian.

“Pagi ini cuaca cukup mendukung sehingga evakuasi dapat dilakukan menggunakan helikopter Basarnas Dauphin HR-360,” kata Andi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu. (Dikutip dari Antara News)

Sebelum diangkat melalui jalur udara, tim SAR darat terlebih dahulu bekerja keras mengevakuasi jenazah dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso. Proses ini dilakukan secara bertahap mengingat kondisi lokasi yang curam dan berisiko tinggi. Setelah jenazah berada di titik aman, helikopter Basarnas Dauphin HR-3601 diberangkatkan dari Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA.

Proses pengangkatan jenazah dilakukan sekitar pukul 07.59 WITA dengan metode hoist menggunakan teknik air landed. Setelah berhasil dievakuasi, helikopter langsung kembali ke Lanud Hasanuddin dan mendarat pada pukul 08.18 WITA.

“Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI),” ujarnya. (Dikutip dari Antara News)

Andi juga menambahkan bahwa seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar. Hal ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antarunsur SAR gabungan, mulai dari tim darat, udara, hingga unsur pendukung lainnya, serta kondisi cuaca yang relatif kondusif pada pagi hari.

Meski satu korban telah berhasil dievakuasi, operasi pencarian dan pertolongan belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan penyisiran di sejumlah titik. Beberapa Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir area Lampeso sebagai lokasi penemuan korban pertama, lokasi ekor pesawat, puncak jalur vertikal, hingga area air terjun dan patahan tempat ditemukannya bagian mesin pesawat.

Upaya pencarian ini diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut terkait kondisi dan keberadaan bagian pesawat maupun korban lainnya, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan maksimal meski dihadapkan pada medan yang sulit.
(Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#rescue #penyelamatan #pesawat ATR