RADAR MALIOBORO - Nama aktor sekaligus idol Korea Selatan Cha Eun Woo tengah menjadi sorotan publik setelah laporan investigasi media Korea menyebut dirinya diduga terlibat dalam praktik penghindaran pajak melalui perusahaan yang dikelola oleh keluarganya.
Dugaan tersebut mencuat setelah otoritas pajak Korea Selatan melakukan penyelidikan khusus terhadap struktur keuangan yang berkaitan dengan sang selebritas.
Isu ini menarik perhatian luas karena Cha Eun Woo dikenal memiliki citra publik yang bersih, karier stabil, serta pendapatan tinggi dari berbagai sektor, mulai dari musik, drama, iklan, hingga kegiatan komersial lainnya.
Laporan Media dan Awal Mula Dugaan
Dugaan ini pertama kali diungkap oleh media investigasi Dispatch dalam laporan yang dipublikasikan pada 24 Januari 2026 melalui artikel di Naver.
Dispatch melaporkan bahwa otoritas pajak Korea Selatan menemukan pola pengelolaan penghasilan Cha Eun Woo yang diduga dilakukan melalui sejumlah perusahaan keluarga.
Perusahaan-perusahaan tersebut disebut tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi saluran penerimaan pendapatan pribadi Cha Eun Woo, termasuk honor dari iklan dan aktivitas hiburan.
Pembentukan Perusahaan Keluarga Sejak 2019
Menurut laporan tersebut, Cha Eun Woo mendirikan perusahaan bernama Chas Gallery pada 4 Juli 2019.
Perusahaan ini memiliki cakupan usaha yang sangat luas, mulai dari produksi album, manajemen artis, konser, hingga pengelolaan hak cipta dan kekayaan intelektual.
Dalam struktur awal, Cha Eun Woo tercatat sebagai direktur utama.
Ibunya menjabat sebagai direktur internal, sementara ayahnya berperan sebagai auditor.
Susunan ini menempatkan perusahaan sepenuhnya di bawah kendali keluarga.
Perpindahan Alamat yang Menjadi Sorotan
Chas Gallery tercatat beberapa kali berpindah alamat.
Perusahaan ini awalnya berlokasi di Anyang, kemudian pindah ke Gimpo pada 2020, sebelum akhirnya berpindah ke Ganghwa pada 2022.
Lokasi terakhir diketahui berada di area restoran belut milik orang tua Cha Eun Woo.
Perpindahan alamat ini menjadi salah satu poin yang disorot otoritas pajak, karena dinilai tidak lazim bagi perusahaan yang mengelola pendapatan bernilai besar dari industri hiburan.
Perubahan Struktur dan Munculnya Perusahaan Baru
Pada September 2020, posisi direktur utama Chas Gallery dialihkan kepada ibu Cha Eun Woo. Selanjutnya, pada 2022, keluarga tersebut mendirikan perusahaan baru berbadan hukum Limited Liability Company (LLC) bernama LNC.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2024, kembali dibentuk perusahaan lain bernama D.A.N.E., yang difokuskan untuk mengelola aset, termasuk properti milik Cha Eun Woo.
Dispatch menilai rangkaian pendirian perusahaan ini memiliki pola yang saling berkaitan.
Menurut laporan Dispatch, perubahan bentuk badan hukum menjadi LLC membuat perusahaan tidak diwajibkan menjalani audit eksternal maupun membuka laporan keuangan ke publik, sehingga pengawasan menjadi lebih terbatas.
Dugaan Pengalihan Penghasilan
Poin utama dalam dugaan ini adalah pengalihan penghasilan pribadi.
Otoritas pajak menduga sebagian besar pendapatan Cha Eun Woo dialirkan melalui perusahaan keluarga, bukan diterima langsung sebagai penghasilan pribadi.
Di Korea Selatan, tarif pajak penghasilan pribadi tertinggi dapat mencapai 49,5 persen.
Sementara itu, pajak badan usaha berada di kisaran 26,4 persen.
Selisih tarif tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kerugian pajak negara.
Dalam laporan Dispatch, nilai pajak yang diduga belum dibayarkan disebut mencapai sekitar 20 miliar won.
Pertanyaan soal Peran Agensi
Dugaan ini semakin disorot karena Cha Eun Woo diketahui masih berada di bawah naungan agensi Fantagio dan memperpanjang kontraknya pada 2022.
Pada periode tersebut, Fantagio disebut memiliki kondisi manajemen yang stabil dan memberikan nilai kontrak besar kepada sang artis.
Oleh karena itu, otoritas pajak mempertanyakan alasan penghasilan utama Cha Eun Woo tetap dialihkan ke perusahaan keluarga, alih-alih diterima melalui skema resmi bersama agensi.
Penyelidikan oleh Otoritas Pajak
The Chosun Daily melaporkan bahwa kasus ini ditangani oleh divisi investigasi khusus Seoul Regional National Tax Service, unit yang biasanya diturunkan untuk menangani dugaan penghindaran pajak berskala besar, bukan sekadar kesalahan administratif.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada keputusan final terkait jumlah pajak yang harus dibayarkan maupun kemungkinan sanksi hukum lanjutan.
Respons dan Dampak terhadap Citra Publik
Pihak Cha Eun Woo menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas pajak dan menegaskan bahwa proses ini masih berada dalam tahap klarifikasi hukum.
Di sisi lain, sejumlah merek iklan dilaporkan mengambil sikap hati-hati dengan menunda atau menyembunyikan konten yang menampilkan Cha Eun Woo.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai pemutusan kontrak kerja sama.
Masih Dugaan, Belum Putusan
Seluruh informasi yang beredar saat ini masih berstatus dugaan.
Otoritas pajak Korea Selatan masih melakukan penghitungan serta penelaahan dokumen keuangan terkait.
Hingga ada keputusan hukum final, Cha Eun Woo belum dinyatakan bersalah dalam kasus ini. (Alya Ruhadatul Nabilah Aisy)
Editor : Meitika Candra Lantiva