Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menjelang Ramadan, Tradisi Padusan Masih Dijaga Warga Yogyakarta

Magang Radar Malioboro • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi tradisi padasan masih dijaga oleh masyarakat Yogyakarta. (AI ChatGpt)
Ilustrasi tradisi padasan masih dijaga oleh masyarakat Yogyakarta. (AI ChatGpt)

RADAR MALIOBORO - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah masih setia menjalankan tradisi padusan. Tradisi ini menjadi momen untuk mempersiapkan diri baik secara fisik maupun batin.

Secara bahasa, padusan berasal dari kata “adus” dalam bahasa Jawa yang berarti mandi. Namun, maknanya jauh lebih dalam dari sekadar membersihkan tubuh. Bagi masyarakat Jawa, padusan dimaknai sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadan, sekaligus waktu untuk merenungkan kesalahan di masa lalu.

Tradisi ini diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Seiring masuknya Islam ke Nusantara, padusan tidak lagi ditinggalkan, melainkan diselaraskan dengan ajaran agama yang ada. Peran Wali Songo menjadi penting dalam proses ini, sehingga tradisi yang sudah mengakar tersebut tetap berjalan tanpa bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Air menjadi elemen utama dalam padusan dan memiliki makna simbolis yang kuat. Air yang mengalir dipercaya melambangkan pembersihan dan kesucian. Melalui padusan, Masyarakat berharap dapat meninggalkan hal-hal buruk yang pernah dilakukan, lalu memasuki Ramadan dengan hati yang lebih tenang dan niat yang lebih baik.

Di Yogyakarta, padusan biasanpadusan dan memiliki makna simbolis yang kuat. Air yang mengalir dipercaya melambangkan pembersihan dan kesucian. Melalui padusansumber mata air alami atau kerap disebut dengan sendang kerap dipilih karena airnya yang jernih dan suasananya yang masih asri.

Pantai Parangtritis juga menjadi salah satu tujuan padusan, terutama bagi warga yang ingin merasakan ketenangan alam sekaligus momen refleksi diri.

Meski zaman terus berubah, tradisi padusan tetap bertahan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Jawa. Tradisi ini bukan hanya sebagai nilai religius, tetpi juga mengandung nilai budaya yang tinggi.

Padusan menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
(Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tradisi #ramadan #padusan #Menjelang