YOGYAKARTA – Jalan Kaliurang akan menjadi pusat perhatian pada 21 Agustus hingga 5 September 2026 lewat gelaran Jakal Design Week (JDW).
Ajang ini dirancang sebagai perjalanan kreatif yang mempertemukan intelektualitas dan seni, sekaligus meneguhkan Jalan Kaliurang sebagai koridor kreatif bergairah dan berkelanjutan di Yogyakarta.
JDW diinisiasi oleh lima entitas kreatif, yakni GIK UGM, Pulang ke Utarra, Agny, Buku Akik, dan Suara Dewandaru.
Mereka menghadirkan program lintas disiplin mulai dari ekshibisi, diskusi, pementasan, lokakarya, hingga kegiatan sporty.
Meski baru dirintis oleh lima pihak, JDW tetap membuka ruang kolaborasi bagi komunitas lain yang sejalan dengan cita-cita memperkuat ekosistem kreatif Jogja.
Jakal Design Map: Panduan Digital Pengunjung
Salah satu inovasi utama JDW adalah peluncuran Jakal Design Map, sebuah platform berbasis web yang menampilkan lokasi venue, program, dan beragam aktivitas.
Peta digital ini menjadi alat navigasi sekaligus kurasi, memudahkan pengunjung menemukan, merencanakan, dan menikmati keseluruhan acara secara utuh dan kontekstual.
Suara Komunitas: Antusiasme dari Jalan Kaliurang
Bagi komunitas kreatif, JDW bukan sekadar acara, melainkan momentum untuk menunjukkan energi baru.
“Sebagai mahasiswa UGM, saya senang JDW hadir di Jalan Kaliurang. Ini bukan hanya ruang pameran, tapi juga kesempatan kami bertemu seniman, desainer, dan komunitas lain,” ujar Raka (22), mahasiswa UGM.
Hal senada disampaikan Dewi (28), pengelola kedai kopi di kawasan Jakal.
“Biasanya orang datang ke Jakal untuk kuliner atau kampus. Dengan JDW, kami bisa ikut berkontribusi menghadirkan ruang kreatif yang lebih hidup.”
Ekosistem Kreatif Jalan Kaliurang
Melalui kolaborasi ruang akademik, galeri seni, kedai kopi, toko buku, hingga ruang kreatif lain, JDW ingin memperkuat ekosistem kreatif yang lebih terhubung dan luas jangkauannya.
Jalan Kaliurang diharapkan semakin dikenal sebagai koridor budaya dan desain yang hidup, relevan, dan berkelanjutan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin