SLEMAN – Woro Moro Entertainment hadirkan semarak Festival Imlek 2026 di wilayah Moyudan. Kegiatan berlangsung meriah di Joglo Munggur, Sendangmulyo Minggu (8/2/2026).
Mengusung konsep Merayakan Kebersamaan dalam Nuansa Budaya, acara dipadati peserta dan pengunjung dari berbagai daerah. Utamanya dari DIY hingga Jawa Tengah.
Rangkaian kegiatan disusun variatif.
Mulai dari lomba berbusana Imlek, bazar 40 tenant UMKM Sleman, lomba dance. penampilan spesial Cak Yudho Bakiak, pertunjukan barongsai, hingga alunan keroncong dari White Monkey Entertainment menambah meriah suasana.
Pimpinan Woro Moro Entertainment Adhyasworo mengaku antusiasme peserta di luar perkiraan.
Menurutnya, festival ini bukan sekadar perayaan tahun baru Tionghoa, tetapi juga ruang bersama merawat keberagaman budaya.
“Semangatnya luar biasa. Ini bukan hanya perayaan Imlek, tetapi bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya, khususnya budaya Tionghoa. Kami merasakan energi keberuntungan dan sukacita di musim semi ini,” ujarnya.
Woro menambahkan, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting agar perputaran ekonomi lokal ikut tumbuh bersamaan dengan geliat seni pertunjukan.
Perayaan semakin hidup saat barongsai tampil memukau, mengundang tepuk tangan penonton.
Anak-anak hingga dewasa tampak menikmati dengan memberikan angpao.
Suasana joglo pun penuh ornamen merah dan emas. Warna yang identik dengan harapan baik serta kemakmuran.
Tahun ini, lanjut Woro memasuki tahun kuda api.
Dalam kepercayaan Tionghoa, Kuda melambangkan energi, keberanian, dan kebebasan bergerak, sementara unsur api merepresentasikan semangat, transformasi, dan tekad kuat.
"Perpaduannya dipercaya membawa momentum untuk berlari lebih cepat menuju keberhasilan," imbuhnya.
Panewu Moyudan Agung Dwi Maryoto yang hadir dalam kesempatan itu turut memberikan apresiasi.
Dia menilai festival tersebut menjadi contoh kolaborasi positif antara komunitas, pelaku seni, dan masyarakat.
“Ini kolaborasi yang luar biasa. Harapannya bisa berlanjut di masa mendatang, semakin lengkap, dan makin banyak menarik pengunjung,” katanya. (naf)
Editor : Iwa Ikhwanudin