Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Heboh! Gerakan Stop Bayar Pajak Kendaraan Menggema di Jawa Tengah, Kantor Samsat Sepi Tak Berpenghuni

Editor Content • Senin, 16 Februari 2026 - 14:19 WIB
Ilustrasi Stop Bayar Pajak
Ilustrasi Stop Bayar Pajak

RADAR MALIOBORO - Warga Jateng ramai-ramai tolak bayar PKB gara-gara opsen 16,6% yang bikin tagihan membengkak.

Pemprov kasih diskon 5%, tapi netizen tetap ngotot: "Ekonomi susah, pajak naik terus!"

Viral banget di media sosial! Gerakan "Stop Bayar Pajak Kendaraan" atau "Tolak Opsen PKB" sedang membara di seluruh Jawa Tengah.

Mulai dari Semarang, Solo, hingga Sukoharjo, warga beramai-ramai boikot pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) karena merasa "dicekik" oleh kebijakan opsen PKB 16,6% yang diterapkan sejak 2025.

Banyak yang bilang, tagihan pajak motor dan mobil tahun ini melonjak drastis di tengah ekonomi yang lagi lesu.

Hasilnya? Kantor Samsat di berbagai daerah sepi seperti kuburan.

Video dan foto Samsat kosong langsung banjir di X (Twitter) dan TikTok, bikin netizen heboh: "Pantesan sepi, semua pada boikot!"

Apa Sebenarnya yang Bikin Warga Geram?

Semua berawal dari penerapan opsen PKB yang ditetapkan Pemprov Jateng sebesar 16,6% untuk PKB dan 32% untuk BBNKB.

Meski pemerintah klaim "tidak ada kenaikan tarif dasar di 2026", warga merasa beda.

Tahun lalu ada relaksasi diskon besar (sampai 13,94%), tahun ini cuma 5% doang.

"Ekonomi rakyat lagi terpuruk, malah pajak naik. Gimana mau bayar?" begitu salah satu unggahan yang paling viral dari akun @ariefbudiawan7 yang langsung disorot ribuan kali.

Baca Juga: SATUNAMA Yogyakarta Jadi tuan Alliance Meeting 2026, Hadirkan 18 Negara

Tak hanya itu, razia polisi lalu lintas yang gencar di jam-jam sibuk juga jadi bahan bakar.

Warga sebut ini "tone-deaf" alias nggak peka.

"Skenario Februari kah?" canda netizen sambil nunjukin foto-foto Samsat sepi.

Samsat Sepi, Calo Panik, Pemprov Langsung Gerak Cepat

Dari laporan warga di Sukoharjo, Semarang, hingga Magelang, antrean Samsat yang biasanya panjang sampai luar gedung, kini sepi melompong.

Bahkan calo yang biasa "ngantriin" mulai gelisah.

Kepala Bapenda Jateng, Muhammad Masrofi, langsung buka suara: "Kami kasih relaksasi opsen PKB 5%. Setelah ini, masyarakat pasti mikir ulang dan balik bayar."

Sekda Jateng Sumarno juga tegaskan: "Tarif dasar PKB 2026 sama dengan 2025. Yang beda cuma diskonnya lebih kecil."

Tapi warga? Masih ogah.

Di medsos, komentarnya banjir: "Diskon 5% mah receh. Opsennya aja dihapus!" dan "Revolusi pajak mulai dari Jateng!"

Apa Kata Pakar & Netizen?

Banyak yang bandingkan dengan sejarah: "Revolusi Amerika juga mulai dari boikot pajak!"

Bahkan ada yang usul boikot nasional.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik bilang gerakan ini sinyal kuat ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang tak sebanding dengan pajak yang dibayar.

Gerakan Stop Bayar Pajak Jateng, Apa itu opsen PKB?

Pungutan tambahan daerah atas pajak pokok PKB dan BBNKB. Di Jateng 16,6% untuk PKB.

Benarkah pajak naik di 2026?

Pemprov bilang tidak, tapi warga merasa naik karena diskon tahun lalu lebih besar.
Sekarang bayar atau nggak?

Resiko tilang & denda tetap ada. Tapi gerakan ini makin besar, Pemprov lagi kewalahan.

Kapan diskon 5% berlaku?

Sudah diumumkan, cek langsung di aplikasi Samsat Digital Nasional atau kantor terdekat.

Update Terbaru

Gerakan ini belum reda. Bahkan mulai ada seruan boikot serentak di daerah lain.

Pemprov Jateng di bawah Gubernur Ahmad Luthfi lagi kaji ulang kebijakan opsen ini. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gerakan Stop Bayar Pajak Kendaraan #Gerakan Stop Bayar Pajak Jawa Tengah #pajak kendaraan bermotor #Gerakan Stop Bayar Pajak