Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pelajar SMP di Grobogan Tewas Akibat Perang Sarung, Teman-temannya Rekayasa Kecelakaan Tunggal

Editor Content • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:07 WIB

Ilustrasi pelajar SMP di Grobogan Jawa Tengah tewas akibat perang sarung.
Ilustrasi pelajar SMP di Grobogan Jawa Tengah tewas akibat perang sarung.

GROBOGAN, 26 Februari 2026 – Tragedi menimpa seorang pelajar SMP berinisial ZMR (16 tahun) asal Dusun Mrayung, Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Remaja tersebut meninggal dunia diduga setelah terlibat aksi perang sarung bersama teman-temannya pada Rabu malam, 25 Februari 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan Muhnadi, kakek korban, yang ditemui di ruang Instalasi Forensik RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi pada Kamis (26/2/2026) pagi, peristiwa tragis bermula dari permainan perang sarung yang melibatkan korban dan tujuh temannya.

Awalnya, para teman korban melaporkan ke keluarga bahwa ZMR mengalami kecelakaan tunggal dengan sepeda motor.

Bahkan, motor korban sengaja dibaluri lumpur agar cerita terlihat meyakinkan.

Namun, petugas medis di puskesmas setempat mencurigai adanya kejanggalan pada kondisi korban.

Akhirnya, ketujuh teman tersebut mengakui bahwa sebelumnya mereka melakukan perang sarung bersama korban.

Korban mengalami luka berat, terutama memar di bagian tengkuk, yang menyebabkan ia tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.

Polres Grobogan telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban, tepatnya di lapangan sepak bola Dusun Mrayung.

Beberapa saksi telah dimintai keterangan, sementara polisi masih mendalami motif dan apakah ada benda berbahaya (seperti batu atau logam) yang digunakan dalam sarung sebagai senjata.

Perang sarung sendiri merupakan fenomena yang kerap muncul di kalangan remaja di beberapa daerah Jawa Tengah, terutama menjelang atau selama Ramadan.

Aktivitas ini sering kali berubah menjadi tawuran karena sarung diisi benda keras seperti batu atau besi, sehingga berpotensi menyebabkan luka berat hingga kematian.

Polsek Gubug dan Polres Grobogan secara intensif menghimbau masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, untuk menghentikan aksi perang sarung.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan budaya melainkan bentuk kekerasan yang dapat memakan korban jiwa.

Keluarga korban berduka atas kepergian ZMR, siswa kelas IX SMP yang dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Kasus ini kembali menyoroti bahaya kenakalan remaja dan pentingnya pengawasan orang tua serta pendekatan preventif dari masyarakat dan aparat. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perang sarung #siswa smp tewas #kabupaten grobogan #jawa tengah