RADAR MALIOBORO – Hari ini, Jumat 6 Maret 2026 bertepatan dengan 16 Ramadhan 1447 H, umat Islam di seluruh Tanah Air – termasuk jemaah Masjid Agung Kauman, Masjid Gedhe Alun-Alun Utara, hingga masjid-masjid kampung kembali disuguhi khutbah Jumat yang mengguncang hati.
Momentum pertengahan Ramadhan ini diwarnai tema besar Nuzulul Quran, di mana Quran diturunkan pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
Khutbah Jumat hari ini, yang banyak diadopsi khatib dari pedoman resmi Kementerian Agama dan MUI, mengangkat "Hikmah Nuzulul Quran dan Keutamaannya di Bulan Ramadan 1447 H".
Para khatib mengingatkan jemaah: Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi momentum emas untuk menghidupkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari!
Bayangkan: di tengah puasa yang sudah memasuki pekan ketiga, banyak jemaah Jogja yang mulai lelah, tapi khutbah ini seperti tamparan halus nan menyegarkan.
"Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan sebagai petunjuk, rahmat, dan obat hati. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa kita bertambah dekat dengan Kitab Suci!" begitu kira-kira pesan inti yang disampaikan di berbagai mimbar, termasuk live streaming dari masjid-masjid besar di Yogyakarta.
- Nuzulul Quran adalah bukti cinta Allah kepada umat manusia – Al-Quran bukan buku biasa, tapi cahaya yang menerangi kegelapan jiwa.
- Di bulan puasa, tilawah Al-Quran berlipat pahalanya hingga 70 kali! "Sudah berapa juz yang kita khatamkan di 16 hari ini?"
- Istiqomah ibadah: dari shalat tarawih, tadarus, hingga amal shaleh – jangan sampai puasa hanya fisik, tapi hati dan lisan juga harus dijaga.
- Hikmah besar: Al-Quran mengajarkan persatuan umat, empati kepada sesama (apalagi di tengah isu konflik global yang memanas), dan membangun keluarga sakinah melalui syariat Ramadhan.
Bagi warga Jogja dan pengunjung Malioboro yang sering shalat Jumat di masjid sekitar Keraton atau Alun-Alun, khutbah ini terasa sangat relevan.
Tema lain yang muncul di beberapa masjid:
"Syariat Ramadhan Perkuat Keluarga Sakinah" (dari Kemenag RI) dan "Berburu Ampunan di Bulan Suci".
Semuanya mengajak umat untuk tidak hanya bertahan puasa, tapi meraih ridha Allah dengan istiqomah, syukur, dan perbaikan diri.
Umat Islam Yogyakarta, ini baru pertengahan Ramadhan – masih ada waktu untuk kejar target! Sudahkah hidupkan Al-Quran di hati dan rumah? Atau masih sibuk scrolling medsos saat tarawih? (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin