Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

KPOTI Sleman Gaungkan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional di Tengah Gempuran Game Digital

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:41 WIB

Sarasehan dan buka puasa bersama yang digelar Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Sleman, Jumat (6/3/2026).
Sarasehan dan buka puasa bersama yang digelar Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Sleman, Jumat (6/3/2026).

SLEMAN - Permainan rakyat dan olahraga tradisional kembali digaungkan di tengah derasnya arus permainan digital.

Hal itu mengemuka dalam sarasehan dan buka puasa bersama yang digelar Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Sleman, Jumat (6/3/2026).

Sarasehan dalam suasana Ramadan ini menjadi ruang diskusi sekaligus ajang silaturahmi antara pengurus KPOTI, mitra, serta komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian permainan rakyat.

Ketua KPOTI Kabupaten Sleman Syukron Arif Muttaqin mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan karakter bangsa melalui permainan dan olahraga tradisional.

Menurutnya, permainan rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang sarat nilai kebersamaan. 

“Permainan rakyat mengandung nilai kerja sama, kejujuran, dan semangat gotong royong yang penting dalam membentuk karakter bangsa,” ujar Syukron di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. 

Anggota DPRD Sleman itu menambahkan kegiatan juga menjadi upaya revitalisasi sekaligus sosialisasi permainan rakyat dan olahraga tradisional kepada masyarakat.

“Harapannya masyarakat, terutama generasi muda, kembali mengenal dan mencintai permainan tradisional,” katanya mantan Ketua KNPI Sleman 2 periode itu. 

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, permainan tradisional perlu terus dikenalkan agar tidak hilang ditelan zaman.

“Jika tidak dikenalkan kembali, generasi muda bisa saja tidak lagi mengenalnya,” tambahnya.

Sarasehan juga menghadirkan Tri Siswati, dosen gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Tri menyoroti pentingnya menghidupkan kembali permainan rakyat sebagai alternatif aktivitas fisik bagi anak-anak.

“Kita perlu menciptakan kembali ruang bermain bagi anak-anak. Dengan begitu mereka lebih aktif bergerak dan waktu bermain gawai bisa berkurang,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Sleman Agung Armawanta selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Sleman mengapresiasi upaya KPOTI dalam melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional.

“Permainan rakyat adalah warisan budaya yang harus terus dijaga. Selain menyehatkan, juga mengajarkan nilai kebersamaan dan sportivitas kepada generasi muda," katanya. (naf)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#permainan #KPOTI Sleman #karakter #Syukron Arif Muttaqin