KLATEN – Suasana hangat menyelimuti kedatangan rombongan pemudik dari Jakarta di salah satu titik transit SPBU Pandansimping Klaten, Senin (16/3/2026).
Sebanyak 97 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Yogyakarta yang merantau di Jakarta akhirnya tiba di kampung halaman melalui program Mudik Bareng Lions Club Indonesia.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Lions Mengabdi Indonesia ini menjadi oase bagi para pekerja informal yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya transportasi.
Rombongan yang terdiri dari pedagang bakso, mie ayam, hingga penjual gorengan ini diberangkatkan menggunakan dua unit bus dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, pada pukul 08.00 WIB, Senin pagi (16/3/2026).
Setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam, mereka disambut dengan penuh keramahan oleh para anggota Lions Club Manggala Mataram, Lions Club Srimanganti, dan Lions Club Seruni.
"Tadi pagi (Senin, 16 Maret 2026) berangkat jam 8 pagi dan sampai di titik ini (SPBU Pandansimping Klaten, Jawa Tengah) sekitar pukul 17.30 WIB," ujar First Vice Dictrict Governor (FVDG) Lions Club International District 307 B2, C.A, Tersierra Rosa.
"Setelah ini, rombongan akan langsung menuju drop point pertama di Terminal Giwangan Jogja dan berlanjut ke Terminal Wonosari, Gunungkidul," kata Thea, sapaan Tersierra Rosa.
Sebanyak 100 paket lebaran dan paket takjil diberikan kepada rombongan yang datang dari Jakarta.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pilar Humanitarian dan Hunger Lions Club.
"Harapan kami adalah bisa terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Para pemudik ini tentu merasa lebih senang karena ada hospitality dan perhatian saat mereka pulang," kata Thea.
Kehadiran Lions Club di daerah diharapkan mampu mengurangi rasa lelah para pemudik setelah perjalanan jauh sekaligus menunjukkan apresiasi atas kerja keras mereka di ibu kota.
Presiden Lions Club Manggala Mataram Uni Murniati menambahkan bahwa tidak hanya sekadar transportasi gratis.
"Para pemudik juga dibekali dengan parcel lebaran. Paket diberikan langsung oleh Lions Club Manggala Mataram. Termasuk kue dan makanan ringan setibanya di titik transit untuk membatalkan puasa," katanya.
Program mudik ini bukan sekadar rutinitas tahunan.
Secara organisasi, aksi sosial ini menyasar dua pilar utama Lions Club International, yakni Humanitarian (Kemanusiaan) dan Hunger (Ketahanan Pangan/Kelaparan).
Dengan adanya penyambutan langsung di daerah asal seperti Bantul dan Gunungkidul, program ini membuktikan bahwa sinergi antar-distrik Lions Club mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin