Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pemudik Lebaran 2026 Tersesat Massal Ikuti Google Maps, Nyasar ke Jalan Sawah dan Kampung Sleman hingga Macet Total

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 25 Maret 2026 | 13:21 WIB

Puluhan bahkan ratusan pemudik serta wisatawan yang hendak masuk Gerbang Tol (GT) Purwomartani justru tersesat ke jalan setapak sempit, perkampungan, dan area persawahan karena ikuti GoogleMap.
Puluhan bahkan ratusan pemudik serta wisatawan yang hendak masuk Gerbang Tol (GT) Purwomartani justru tersesat ke jalan setapak sempit, perkampungan, dan area persawahan karena ikuti GoogleMap.

SLEMAN – Arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diwarnai kejadian unik dan viral.

Puluhan bahkan ratusan pemudik serta wisatawan yang hendak masuk Gerbang Tol (GT) Purwomartani justru tersesat ke jalan setapak sempit, perkampungan, dan area persawahan warga setelah mengandalkan petunjuk Google Maps.

Kejadian terjadi pada Senin (23/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026) di Dusun Karangkalasan RT II, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

Kendaraan yang terjebak didominasi mobil pelat luar daerah seperti B, G, dan L, termasuk wisatawan yang ingin menghindari kemacetan di Jalan Yogya-Solo.

Banyak pengemudi salah mengira jalan proyek konstruksi sebagai akses masuk tol.

Akibatnya, terjadi kepadatan lalu lintas mendadak di jalur kampung yang biasanya sepi.

Warga setempat yang kaget dengan rombongan mobil asing langsung turun tangan membantu mengarahkan kendaraan agar bisa keluar tanpa semakin terjebak.

Humas PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rachmat (atau Rachmat Jesiman), membenarkan adanya kesalahan arahan dari aplikasi peta digital tersebut.

Menurutnya, Google Maps mengarahkan pemudik ke jalur alternatif yang tidak sesuai, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan di jalan sempit.

“Untuk mengantisipasi hal serupa, rute alternatif via persawahan dan jalan kampung menuju GT Purwomartani sudah kami koordinasikan untuk dihapus dari Google Maps,” ujar Rachmat.

Pihak Jasamarga mengimbau seluruh pengendara untuk lebih mengutamakan rambu-rambu lalu lintas di lapangan dan bertanya langsung kepada petugas atau warga sekitar, daripada sepenuhnya mengandalkan aplikasi navigasi.

“Gunakan nalar dan kewaspadaan, terutama di daerah pedesaan,” tambahnya.

Baca Juga: BTS Gelar Surprise Listening Party 'SWIM' di Stationhead, ARMY Jogja dan Indonesia Diajak Streaming Bareng

Video kejadian yang diunggah Radio Elshinta dan akun lokal jogjainfo langsung viral di media sosial X (Twitter), dengan ribuan views dan komentar netizen yang berbagi pengalaman serupa.

Banyak yang menyarankan agar pemudik tidak mengikuti Google Maps secara mentah-mentah, terutama saat arus balik Lebaran di Yogyakarta.

Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi pemudik yang melintasi Tol Jogja-Solo fungsional segmen Prambanan-Purwomartani.

Meski tol baru ini memperlancar arus, ketergantungan berlebih pada aplikasi digital tetap berisiko di wilayah pedesaan Sleman.

Tips Aman Arus Balik Lebaran 2026 di Jogja:Ikuti rambu resmi dan petunjuk Jasamarga di GT Purwomartani.
Hindari jalur tikus atau alternatif yang mencurigakan (jalan sempit/sawah).
Gunakan aplikasi navigasi sebagai pendukung, bukan satu-satunya acuan.
Bertanya kepada warga atau petugas jika ragu.

Hingga berita ini diturunkan, lalu lintas di sekitar GT Purwomartani sudah lebih terkendali setelah rute nyasar dihapus.

Pemudik diminta tetap waspada dan prioritaskan keselamatan selama perjalanan arus balik. (iwa)

(Sumber: Video viral Radio Elshinta, pernyataan Humas PT Jasamarga Jogja Solo, dan pantauan lapangan)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#nyasar sawah #nyasar google maps #sleman #google maps #Google maps nyasar #Tol Purwomartani #Pemudik Lebaran 2026