Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Panas Ekstrem Serang DIY! Suhu Jogja Tembus 35°C, Warga Gerah Banget & Hujan Hilang, BMKG Ungkap Penyebab & Prediksi Kemarau 2026

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:10 WIB

ILUSTRASI: Warga DIY merasakan cuaca panas ekstrem yang semakin menyengat belakangan ini di tengah transisi musim kemarau 2026.
ILUSTRASI: Warga DIY merasakan cuaca panas ekstrem yang semakin menyengat belakangan ini di tengah transisi musim kemarau 2026.

YOGYAKARTA – Cuaca panas di DIY dan sekitarnya akhir-akhir ini semakin menyengat. Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian selatan merasakan suhu udara yang terasa ekstrem, dengan suhu maksimum mencapai 32–35 derajat Celsius, bahkan mendekati 37 derajat di beberapa titik.

Fenomena cuaca panas DIY ini bukan sekadar terik biasa. Udara terasa kering, gerah sepanjang hari, dan hujan yang biasanya datang sore hari mulai menghilang secara signifikan. Banyak warga mengeluh sulit tidur malam karena panas, peningkatan penggunaan AC, serta risiko dehidrasi dan heat stress terutama bagi anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini bukan gelombang panas ekstrem seperti di negara subtropis, melainkan efek transisi musim dari hujan ke kemarau yang datang lebih awal tahun 2026. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) memproyeksikan suhu periode Maret–April–Mei 2026 berada di atas normal di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa dengan probabilitas tinggi 80–100%.

Di DIY, panas terasa lebih menusuk di kawasan perkotaan seperti Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul karena efek urban heat island ditambah kelembapan udara yang mulai turun drastis. Awal Maret masih ada curah hujan menengah, tapi memasuki pertengahan bulan hujan menurun tajam.

Prediksi BMKG untuk DIY dan sekitarnya:

- Dasarian II dan III Maret 2026: curah hujan rendah hingga menengah (20–150 mm) dengan sifat umumnya bawah normal.

- Musim kemarau 2026 di DIY diprediksi lebih kering dari rata-rata klimatologis.

- Awal kemarau bertahap mulai akhir April hingga awal Mei 2026, terutama di Sleman barat, Kulon Progo tengah-selatan, Bantul tengah-selatan, dan sebagian besar Gunungkidul.

- Potensi kekeringan meningkat di daerah rawan seperti Gunungkidul dan Bantul selatan.

Fenomena ini juga dipengaruhi indikasi El Niño lemah yang akan muncul pertengahan hingga akhir 2026, membuat musim kemarau cenderung lebih panjang dan kering di Jawa.

Apa yang harus dilakukan warga?

BMKG memberikan imbauan praktis agar terhindar dari dampak cuaca panas ekstrem:

- Minum air putih minimal 2–3 liter sehari.

- Hindari aktivitas berat di luar ruangan pukul 11.00–15.00 WIB.

- Gunakan tabir surya, topi, kacamata hitam, dan pakaian berwarna terang.

- Pantau update prakiraan cuaca harian melalui aplikasi BMKG atau situs resmi.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir Maret sebagai antisipasi. Meski hujan sporadis masih mungkin turun, tren keseluruhan menuju musim kemarau yang lebih kering. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kota jogja #Ekstrem #yogyakarta #panas menyengat #bmkg #cuaca #cuaca hari ini