Bukan Gelombang Panas, Tapi Peningkatan Suhu Ekstrem, Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Merasakan Udara yang Teramat Panas dan Menyengat

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 15:13 WIB
Seorang pria menutupi kepala dengan kain karena saking panasnya suhu. (Antara Foto)
Seorang pria menutupi kepala dengan kain karena saking panasnya suhu. (Antara Foto)

JOGJA – Sepekan terakhir, hampir seluruh wilayah Indonesia merasakan udara yang teramat panas dan menyengat. Mulai dari Jakarta yang sempat menjadi kota terpanas hingga pergeseran pusat suhu tinggi ke Medan, fenomena ini memicu kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan serangkaian data dan imbauan untuk mengantisipasi dampak cuaca panas ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca panas yang melanda Indonesia belakangan ini bukanlah gelombang panas (heatwave), melainkan peningkatan suhu udara yang signifikan. Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa gelombang panas umumnya terjadi di wilayah subtropis dengan suhu ekstrem yang berlangsung beberapa hari berturut-turut. Sementara di Indonesia, variasi suhu relatif kecil dan pembentukan awan serta hujan masih cukup sering terjadi.

"Fenomena yang terjadi saat ini bukan gelombang panas, melainkan peningkatan suhu udara," ujar Andri, Minggu (22/3/2026).

Ia menambahkan bahwa kenaikan suhu yang terjadi masih tergolong wajar mengingat Indonesia merupakan wilayah tropis.

Baca Juga: Warga Bumi Band Meriahkan di HUT Jawa Pos Radar Jogja Ke-26, Hidupkan Panggung Ajak Penonton Bernyanyi

Puncak Suhu: Dari Jakarta 35,6°C hingga Tasikmalaya 37,2°C. Data BMKG mencatat suhu maksimum harian di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi. Pada periode 14-15 Maret 2026, Jakarta menempati posisi puncak sebagai kota terpanas di Indonesia dengan suhu mencapai 35,6 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Disusul Kota Ciputat, Banten, dengan suhu 35,4 derajat Celsius, dan Tangerang, Banten, dengan suhu 35,4 derajat Celsius.

Namun, rekor suhu tertinggi sejauh ini justru tercatat di wilayah lain. Jawa Barat mencapai puncak suhu 37,2 derajat Celsius, Kalimantan 36,4 derajat Celsius, Banten 36,2 derajat Celsius, dan Jawa Timur sekitar 35 derajat Celsius.

Pusat Panas Bergeser ke Sumatera, Medan Tembus 36°C. Memasuki akhir Maret, pola panas di Indonesia mulai berubah. Pusat suhu tertinggi tidak lagi didominasi Pulau Jawa, melainkan bergeser ke wilayah Sumatera. BMKG mencatat suhu maksimum harian kembali menembus 36 derajat Celsius, dengan Medan menjadi daerah terpanas.

Berdasarkan data periode 24-25 Maret 2026, suhu tertinggi tercatat di Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara dan Deli Serdang, masing-masing mencapai 36,0 derajat Celsius. Wilayah lain di Sumatera yang juga mencatat suhu tinggi antara lain Deli Serdang (35,0°C), Pekanbaru (34,5°C), Banda Aceh (34,5°C), dan Padang (34,2°C).

Baca Juga: Gempa Bumi Dahsyat Berkekuatan Magnitudo 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara, Termasuk Gempa Megathrust Dangkal Akibat Subduksi Laut Maluku

"Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah barat Indonesia, khususnya Sumatera, kini menjadi pusat suhu panas tertinggi," demikian pernyataan BMKG.

Penyebab: Gerak Semu Matahari, Minim Awan, dan Urban Heat Island. BMKG mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab cuaca panas yang terasa begitu intens belakangan ini:

1. Posisi Gerak Semu Matahari
Periode Maret hingga Mei memang identik dengan suhu udara yang terasa lebih panas. Hal ini dipengaruhi posisi matahari yang berada di sekitar garis ekuator.[reference:12] Selain itu, fenomena **Ekuinoks**—siklus astronomi tahunan saat posisi semu Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa—turut memicu intensitas radiasi matahari maksimal, terutama di wilayah Kalimantan.

2. Minimnya Tutupan Awan
Berkurangnya tutupan awan pada siang hari dan kondisi angin yang relatif lemah membuat pemanasan permukaan bumi menjadi lebih optimal. Radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara langsung tanpa hambatan signifikan.

Baca Juga: Wanita di China Nekat Mau Mengakhiri Hidup dari Pinggir Gedung, Tolak Lepas HP Saat Diselamatkan Petugas

3. Fenomena Urban Heat Island
Di wilayah perkotaan, suhu terasa lebih intens akibat fenomena *urban heat island*, yang menyebabkan kawasan terbangun menyimpan panas lebih lama, membuat udara terasa lebih gerah, terutama pada siang hingga sore hari.

Plt Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramdhani memastikan bahwa nilai suhu yang tercatat masih berada dalam kisaran yang pernah terjadi sebelumnya dan bukan merupakan kondisi yang tidak wajar. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
peningkatan suhu ekstrem wilayah tropis panas ekstrem panas menyengat gelombang panas