Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prediksi Kemunculan El Nino dengan Intensitas Kuat pada April 2026 yang Dijuluki Godzilla El Nino

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 2 April 2026 | 15:21 WIB
BMKG memperkirakan cuaca panas ekstrem melanda Indonesia pada April 2026. (Antara Foto)
BMKG memperkirakan cuaca panas ekstrem melanda Indonesia pada April 2026. (Antara Foto)

JOGJA - BMKG memantau kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah, terutama di Sumatera Utara. 

Sebanyak 15 titik panas terpantau berada di Kabupaten Karo, Dairi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, dan Simalungun.

Sementara itu, Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Pulau Sumatera pada periode 1 Januari hingga 25 Maret 2026, yakni 302 titik panas dari total 582 titik panas di Sumatra.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kemunculan El Nino dengan intensitas kuat pada April 2026 yang dijuluki Godzilla El Nino.

Fenomena ini berpotensi memicu kemarau panjang dan kekeringan di berbagai wilayah Indonesia, dengan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan paling awal merasakan dampaknya.

Baca Juga: Bukan Gelombang Panas, Tapi Peningkatan Suhu Ekstrem, Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Merasakan Udara yang Teramat Panas dan Menyengat

BMKG mengingatkan bahwa cuaca panas dapat berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk kelelahan panas hingga heatstroke, terutama pada kelompok rentan dan masyarakat yang beraktivitas cukup lama di bawah terik matahari.

Menghadapi kondisi cuaca panas yang masih akan berlangsung, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

- Menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih secara rutin untuk mencegah dehidrasi.
- Membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari, terutama saat puncak terik matahari.
- Mewaspadai gejala seperti pusing, lemas, mual, atau penurunan kesadaran.
- Menggunakan perlindungan diri seperti tabir surya (sunscreen), payung, atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.
- Tidak membakar lahan atau meninggalkan api di lahan-lahan kosong dan kering untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
- Terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG karena kondisi atmosfer saat ini masih dinamis.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam tertentu serta mewaspadai risiko kebakaran akibat suhu udara yang tinggi.

Baca Juga: Warga Bumi Band Meriahkan di HUT Jawa Pos Radar Jogja Ke-26, Hidupkan Panggung Ajak Penonton Bernyanyi

BMKG memprakirakan kondisi cuaca panas masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, terutama saat tutupan awan berkurang. Meski demikian, potensi hujan lokal masih dapat terjadi pada siang hingga sore hari.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebelumnya menyatakan bahwa secara keseluruhan iklim nasional pada 2026 diprakirakan normal, namun sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami suhu udara relatif tinggi.

Memasuki akhir April hingga Mei, sejumlah wilayah seperti Kalimantan Timur diprediksi akan memasuki masa peralihan atau pancaroba. Pada fase ini, pola cuaca cenderung berubah drastis dengan potensi hujan lebat berdurasi singkat yang sering kali disertai angin kencang.

"Masyarakat diharapkan tetap memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi atau aplikasi Info BMKG untuk menunjang keselamatan selama beraktivitas," demikian imbauan BMKG. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Godzilla El Nino #El Nino #kemarau panjang #tutupan awan #heatstroke