Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Update Aktivitas Gunung Merapi 4 April 2026: Dua Kali Luncurkan Awan Panas Guguran (APG), Status Siaga, Warga Diminta Waspada

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 4 April 2026 | 10:11 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Terekam dari CCTV Jurangjero. (Badan Geologi)
Gunung Merapi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Terekam dari CCTV Jurangjero. (Badan Geologi)
 SLEMAN – Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas pada periode pengamatan Jumat dini hari, 4 April 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Badan Geologi melalui BPPTKG melaporkan terjadi dua kali awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah barat daya.
Berdasarkan laporan MAGMA-VAR yang dirilis, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas, terutama saat hujan turun di sekitar puncak.

Baca Juga: Punya Toko Virtual Lewat Alfamind, Ibu Rumah Tangga di Sleman Sukses Raup Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Selama enam jam pengamatan, tercatat sebanyak 2 kali awan panas guguran dengan amplitudo 27–80 mm dan durasi 127–146 detik. Detailnya:
· 1 kali APG menuju hulu Kali Sat/Putih (barat daya) dengan jarak luncur estimasi 2.000 meter.
· 1 kali APG menuju hulu Kali Krasak (barat daya) dengan jarak luncur 1.200 meter.
Selain itu, terekam 41 kali gempa guguran (amplitudo 2,26–11,29 mm, durasi 48,95–177,81 detik) dan 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 2,5–35,86 mm, S-P 0,5–0,7 detik).
Guguran lava juga teramati sejumlah 11 kali ke arah barat daya dengan rincian:
· 8 kali ke hulu Kali Krasak, jarak luncur maksimum 1.600 meter.
· 2 kali ke hulu Kali Sat/Putih, jarak luncur maksimum 1.500 meter.
· 1 kali ke hulu Kali Bebeng, jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Baca Juga: PSIM Jogja Kalah Tipis 0-1 dari Dewa United, Gol Penalti Alex Martins di Menit 60 Hancurkan Harapan Laskar Mataram

Secara visual, gunung tampak jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih, intensitas sedang hingga tebal, dan tinggi kolom asap 40–150 meter di atas puncak. Kondisi meteorologi: cuaca cerah dan berawan, angin lemah ke timur, suhu 19–20,9°C, kelembaban 94–94,6%, tekanan udara 872,3–915,7 mmHg.
BPPTKG mengeluarkan rekomendasi penting mengingat suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di dalam daerah bahaya:
1. Potensi bahaya saat ini – guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi:
   · Sungai Boyong: maksimal 5 km
   · Sungai Bedog, Krasak, Bebeng: maksimal 7 km
   · Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km
   · Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif: radius 3 km dari puncak.
2. Larangan aktivitas di daerah potensi bahaya.
3. Waspada lahar dan APG terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
4. Antisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi.
5. Jika terjadi perubahan signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali.
“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai ancaman awan panas guguran, terutama di lembah-lembah yang berhulu di puncak Merapi,” demikian bunyi rekomendasi resmi dari PVMBG dan BPPTKG.

Baca Juga: Film Horor Komedi They Will Kill You Mulai Tayang Hari Ini: Creepy dan Menantang, Jebakan Maut di Markas Sekte Iblis

Mengingat lokasi Gunung Merapi meliputi Kabupaten Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah), warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Merapi diminta tetap siaga. Khususnya saat hujan deras yang dapat memicu lahar dingin.
BPPTKG juga mengingatkan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran sewaktu-waktu bisa terjadi. (iwa) 
Editor : Iwa Ikhwanudin
#wedhus gembel #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #apg #Gunung Merapi hari ini