Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Warga Halmahera Tengah Diminta Tenang Usai Bentrok Banemo-Sibenpopo, Aparat Dorong Dialog Damai Hindari Warisan Dendam seperti Ambon dan Poso

Iwa Ikhwanudin • Senin, 6 April 2026 - 13:50 WIB
Cuplikan video bentrokan di Halmahera. (x.com)
Cuplikan video bentrokan di Halmahera. (x.com)

 Halmahera Tengah, Maluku Utara – Suasana tegang sempat melanda perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, setelah bentrokan antarwarga pecah pada Jumat (3/4/2026).

Kejadian ini dipicu penemuan jasad seorang warga Desa Banemo di area perkebunan, yang memicu saling curiga dan berujung pada aksi kekerasan serta pembakaran rumah.

Menurut laporan aparat, bentrokan tersebut menelan dua korban jiwa dan menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan.

Polisi menekankan bahwa konflik ini lebih bersifat kesalahpahaman antardesa daripada isu agama semata, meski kedua desa memiliki komposisi penduduk yang berbeda secara keyakinan. 

Baca Juga: Kontroversi di Jogja: Ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Diduga Dilengserkan karena Kritik Program MBG Makan Bergizi Gratis

Situasi kini berangsur kondusif setelah ratusan personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan ke lokasi.

Wakil Kapolda Maluku Utara Brigjen Stephen M. Napiun menyatakan bahwa warga yang sempat mengungsi ke hutan diminta segera kembali ke rumah, sementara mediasi terus dilakukan untuk meredam emosi.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe juga turun langsung memimpin dialog bersama pimpinan keamanan daerah.

Dalam utas di media sosial X (Twitter) dari akun @indepenSumatera yang viral, penulis menyampaikan pesan damai yang kuat kepada seluruh masyarakat Halmahera, baik Muslim maupun Kristen.

"Pesan saya cuma satu untuk seluruh rakyat Halmahera tetap tenang dan cari solusi dengan damai, baik muslim ataupun kristen di sana letakkan ego kalian semua di atas meja perundingan, jangan mudah terprovokasi. Dan untuk aparat haruslah dirangkul semua pihak dan selesaikan dengan cara seadil-adilnya," tulis akun tersebut.

Baca Juga: Harga Plastik di Jogja Naik Drastis Mulai April 2026, Kresek Tembus Rp17.900 per Pak! Ini Penyebabnya dan Dampak ke UMKM

Penulis juga mengingatkan bahaya jika masalah tidak diselesaikan secara tuntas:

"Jika ini masalah tidak putus, ini akan menjadi api dalam sekam... ini bisa mengulang kembali tragedi Ambon, Poso, Sampit, dan Sambas. Semua kasus di atas berawal dari keributan ringan yang tidak pernah diselesaikan dengan putus. Akhirnya menjadi dendam yang terus diwariskan. Damai lah Halmahera "

Pesan ini mendapat respons luas dari netizen, dengan banyak yang mendukung pentingnya penegakan hukum yang adil dan menghindari provokasi yang bisa memanfaatkan isu sensitif.

Polisi dan pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk tidak terhasut isu SARA dan menyerahkan penyelesaian kasus pembunuhan kepada aparat.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Bangunan Hunian di Haifa, Israel Rusak Parah dan Korban Jiwa Dikhawatirkan

Penyelidikan terhadap pemicu utama bentrokan, termasuk temuan jasad warga bernama Ali Abas (65), masih berlangsung.

Warga diimbau menjaga ketenangan, mendukung proses dialog, dan menghindari penyebaran hoaks yang bisa memicu eskalasi lebih lanjut.

Perdamaian antarwarga di Halmahera Tengah menjadi kunci agar wilayah ini tidak terjebak dalam lingkaran konflik horizontal yang merugikan semua pihak. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bentrok Halmahera Tengah #Banemo Sibenpopo #konflik Halmahera 2026 #pesan damai Halmahera #bentrok berdarah