Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pihak SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta Bantah Lengserkan Pengurus OSIS yang Kritik MBG 

Iwan Nurwanto • Senin, 6 April 2026 | 14:00 WIB
KLARIFIKASI: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta Muflikh Najib saat ditemui di kantornya, Senin (6/4/2026). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
KLARIFIKASI: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta Muflikh Najib saat ditemui di kantornya, Senin (6/4/2026). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

 JOGJA - Viral di media sosial keterangan dari seorang siswa SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta bernama Bayu yang mengaku dilengserkan dari jabatan sebagai pengurus OSIS lantaran mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak sekolah membantah telah melakukan hal tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta Muflikh Najib mengatakan, informasi yang beredar di media sosial menurutnya tidak benar.

Lantaran siswa yang bersangkutan merupakan siswa kelas 12 dan sudah tidak lagi memiliki jabatan dalam organisasi apapun.

Baca Juga: Warga Halmahera Tengah Diminta Tenang Usai Bentrok Banemo-Sibenpopo, Aparat Dorong Dialog Damai Hindari Warisan Dendam seperti Ambon dan Poso

Baik itu OSIS maupun Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Kendati begitu, dia mengakui bahwa siswa yang bersangkutan pernah mengundurkan diri dari OSIS saat masih duduk di kelas 10.

Namun tidak berkaitan dengan kritik MBG.

Tapi karena ketidakaktifannya dalam organisasi tersebut.

Pada saat itu, siswa yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua I atau Wakil Ketua OSIS.

Baca Juga: Kontroversi di Jogja: Ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Diduga Dilengserkan karena Kritik Program MBG Makan Bergizi Gratis

“Tidak ada kudeta, tidak dilengserkan. Di kelas 11 pun dia tidak ada organisasi apa pun,” ujar Muflikh saat ditemui di kantornya, Senin (6/4/2026).

Dia menyatakan, bahwa pihak sekolah sudah meminta keterangan dari siswa yang di dalam video.

Menurutnya, siswa yang bersangkutan mengakui kalau yang berada di video merupakan dirinya. 

Namun segala keterangan yang disampaikan diklaim tidak benar.

Berdasarkan hasil pendalaman awal, video tersebut muncul setelah siswa melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak yang mengaku sebagai demisioner BEM UGM.

Muflikh mengaku pihak sekolah juga terkejut dengan segala keterangan yang disampaikan siswanya video.

Baca Juga: Harga Plastik di Jogja Naik Drastis Mulai April 2026, Kresek Tembus Rp17.900 per Pak! Ini Penyebabnya dan Dampak ke UMKM

Oleh karena itu, kini pihak SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta tengah mendalami motif pernyataan siswa yang berada di dalam video.

Lantaran merugikan nama baik sekolah.

Menurutnya, kepolisian juga telah mendatangi sekolah untuk ikut mendalami duduk perkara ini.

Pihak sekolah berkomitmen memberikan klarifikasi lebih lanjut setelah seluruh proses pendalaman rampung.

Supaya tidak mengganggu fokus siswa yang sedang menjalani ujian.

“Kami akan telusuri, namun karena memang dalam kondisi ujian jadi kami juga menjaga dia (siswa yang bersangkutan) untuk ujian, sedikit-sedikit akan kami tarik benang merahnya,” tandas Muflikh. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta #siswa MBG #Pengurus OSIS #Kritik MBG #klarifikasi