Washington – Misi luar angkasa Artemis II milik NASA berhasil mencatat sejarah baru. Kru astronot mencapai jarak 252.756 mil (sekitar 406.700 km) dari Bumi, tepat di sisi jauh Bulan, menjadikan mereka manusia yang paling jauh bepergian dari planet asal sepanjang sejarah.
Administrator NASA Jared Isaacman mengumumkan pencapaian luar biasa ini melalui akun resmi @NASAAdmin di platform X. Empat anggota kru—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—kini memulai perjalanan pulang menuju Bumi setelah mencapai titik terjauh tersebut.
Sebelum peluncuran, kru sempat berharap misi ini menjadi “rutinitas” sehingga bisa dilupakan. Namun, Isaacman menegaskan bahwa Artemis II justru akan dikenang sebagai momen kebangkitan kepercayaan diri Amerika dalam mencapai hal-hal yang tampak mustahil.
“Selamat kepada kru hebat ini dan seluruh tim NASA, mitra internasional, serta mitra komersial. Misi belum selesai hingga mereka mendarat aman dengan parasut di Samudra Pasifik,” tulis Isaacman.
Artemis II merupakan misi berawak pertama program Artemis yang mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Pencapaian ini melampaui rekor Apollo 13 pada 1970 silam. Momen ini juga menyatukan semangat patriotisme Amerika, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang politik sama-sama mendukung keberhasilan misi.
Salah satu pesan menyentuh dari kru sebelumnya: “Kepada semua yang ada di Bumi dan sekitarnya, kami mencintai kalian, dari Bulan.”
Saat ini kru sedang dalam perjalanan kembali ke Bumi. Keberhasilan penuh misi akan ditentukan saat Orion spacecraft mengerahkan parasut dan mendarat di Samudra Pasifik. Tim NASA terus memantau setiap tahap untuk memastikan keselamatan astronot.
Pencapaian Artemis II ini menjadi tonggak penting menuju target jangka panjang NASA: kembali mendaratkan manusia di Bulan dan mempersiapkan perjalanan ke Mars di masa depan.
Masyarakat Indonesia dan dunia kini menantikan kabar selanjutnya dari misi bersejarah ini. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin