Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Waspada El Niño Supercharged, Cuaca Jogja Bakal Lebih Panas dan Kering, Musim Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal dan Ekstrem

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 9 April 2026 | 16:32 WIB
Super El Nino yang diprediksi bakal menjadi musim kering ekstrem 2026.
Super El Nino yang diprediksi bakal menjadi musim kering ekstrem 2026.

 YOGYAKARTA – Warga Jogja dan DIY perlu mewaspadai potensi fenomena El Niño supercharged yang diprediksi terjadi pada musim panas hingga gugur 2026. Media internasional Washington Post menyebut peluang besar terjadinya pola iklim ini, yang bisa memperburuk cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. 

Menurut unggahan Washington Post di Instagram, El Niño supercharged ini merupakan pola pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang memengaruhi cuaca regional hingga global. Di Indonesia sebagai negara tropis, dampak yang paling dirasakan adalah kekeringan lebih parah, suhu udara lebih panas, dan musim kemarau yang lebih panjang serta kering. 

Di Yogyakarta, tanda-tanda cuaca panas sudah mulai terasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah DIY akan dimulai lebih awal, sekitar April dasarian III, dengan puncak kemarau pada Agustus 2026. Fenomena El Niño diprediksi memperkuat kondisi ini, bahkan berpotensi menjadi “Godzilla El Niño” yang sangat kuat.

Baca Juga: KONI DIY Resmi Kukuhkan Kepengurusan Siwo PWI DIY Masa Bakti 2025-2030, Perkuat Kemitraan Pers dan Olahraga di Yogyakarta

Dampak yang diantisipasi di Jogja dan sekitarnya meliputi:

Penurunan curah hujan signifikan

Peningkatan suhu udara dan gelombang panas

Risiko kekeringan yang berdampak pada pasokan air bersih

Ancaman gagal panen di sektor pertanian

Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Baca Juga: NCT WISH Kejutkan Fans Indonesia di Lapor Pak! Trans7: Syuting Bareng Ayu Ting Ting, Netizen Heboh "HAH?????"

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY sudah mulai melakukan koordinasi dengan BMKG untuk menyusun skenario antisipasi, terutama pengaturan irigasi dan cadangan air. Pemda DIY menekankan pentingnya efisiensi penggunaan sumber daya air sejak dini.

Profesor agroklimatologi dari Universitas Gadjah Mada juga mengingatkan bahwa kombinasi El Niño dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif bisa membuat kemarau di Pulau Jawa, termasuk Jogja, menjadi lebih ekstrem. Wilayah Pantura Jawa yang menjadi lumbung pangan nasional berisiko tinggi mengalami kekeringan.

Baca Juga: Video Viral Operator Eskavator Kerja dengan Presisi Layaknya Ahli Bedah, Netizen: Ini Seni yang Tak Diapresiasi

BMKG dan Pemda DIY mengimbau masyarakat untuk:

Menghemat penggunaan air sejak sekarang

Menanam tanaman yang tahan kekeringan

Mewaspadai risiko kebakaran di area kering

Mengikuti update prakiraan cuaca resmi dari BMKG Yogyakarta

Fenomena El Niño bersifat alami, namun intensitasnya semakin dipengaruhi perubahan iklim global. Pemerintah pusat dan daerah terus memantau perkembangan prediksi dari NOAA dan lembaga internasional lainnya.Berita ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh stakeholder di Jogja untuk segera mempersiapkan mitigasi agar dampak El Niño 2026 tidak terlalu berat dirasakan masyarakat. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Godzilla El Nino #El Nino Jogja #cuaca Jogja 2026 #musim kemarau DIY #kekeringan Yogyakarta