Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Video Lagu Erika HMT ITB Viral di Medsos, Lirik Eksplisit Objektifikasi Perempuan Tuai Kritik Keras

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 14 April 2026 | 13:33 WIB
Lagu berjudul "Erika" yang dibawakan mahasiswa tersebut mengandung lirik eksplisit dan dianggap melecehkan perempuan, memicu perdebatan soal budaya internal himpunan kampus bergengsi. (@iPoopBased)
Lagu berjudul "Erika" yang dibawakan mahasiswa tersebut mengandung lirik eksplisit dan dianggap melecehkan perempuan, memicu perdebatan soal budaya internal himpunan kampus bergengsi. (@iPoopBased)

BANDUNG – Sebuah video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menjadi sorotan publik setelah viral di platform X (Twitter). Lagu berjudul "Erika" yang dibawakan mahasiswa tersebut mengandung lirik eksplisit dan dianggap melecehkan perempuan, memicu perdebatan soal budaya internal himpunan kampus bergengsi. 

Video berdurasi panjang itu memperlihatkan puluhan mahasiswa HMT ITB bernyanyi bersama di atas panggung dan di area penonton.

Lirik yang diproyeksikan di layar termasuk frasa seperti "Erika buka celana... sambil bawa botol Fanta... siapa mau boleh coba", "pinggulnya lebar pasti terbuka", serta deskripsi seksual lainnya tentang seorang janda muda bernama Erika.

Penonton terlihat antusias ikut bernyanyi dan bertepuk tangan. 

Baca Juga: Prabowo Bertemu Putin di Moskow Cari Pasokan Energi Rusia, Sementara Menhan Sjafrie Bahas Kerja Sama Militer dengan AS di Pentagon

Post yang diunggah akun @iPoopBased pada Senin (13/4/2026) langsung meledak dengan lebih dari 1,2 juta views hanya dalam waktu singkat.

Akun tersebut mengomentari, "Ini anak HMT ITB isinya cabul sama mesum semua apa gimana ya?" dan menautkan dengan perbandingan budaya himpunan di ITB versus UI.

Post itu juga menyoroti adanya laporan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa tambang ITB baru-baru ini. 

Lagu "Erika" sebenarnya bukan baru.

Versi rekaman OSD HMT ITB sudah beredar sejak sekitar 2013-2020 di platform seperti YouTube dan SoundCloud.

Baca Juga: Tren Viral di Internet 2016, Hal yang Lebih Seru dan Tidak Dipaksakan untuk Dijadikan Konten

Lagu ini diklaim terinspirasi "kisah nyata" seorang mahasiswa tambang yang bertemu janda bernama Erika saat kuliah kerja lapangan di Surabaya.

Namun, di era media sosial saat ini, penampilan live dengan partisipasi massal justru menuai kritik tajam karena dianggap menormalisasi pelecehan. 

Netizen ramai bereaksi. Banyak yang menilai lirik tersebut sebagai bentuk objektifikasi perempuan dan budaya "turun-temurun" yang bermasalah di kalangan himpunan.

"Kalau ada yang ngebela ini kultur dari senior turun temurun berarti tolol sih, masa engga bisa mutus rantai kultur yg ngelecehin perempuan kayak gini," tulis @iPoopBased dalam reply.

Beberapa komentar juga menyebut kehadiran mahasiswi yang ikut bernyanyi dan menari semakin memperburuk citra. 

Baca Juga: Sienna Rose, Penyanyi Viral dengan Jutaan Pendengar Tidak Memiliki Rekam Jejak Panjang di Industri Musik Diduga Hasil Teknologi AI

Kontroversi ini muncul di tengah isu kekerasan seksual di kampus ITB.

Beberapa hari sebelumnya, akun ITBFess menyebarkan menfess tentang dugaan pemerkosaan oleh mahasiswa angkatan 2022 jurusan tambang.

Hal ini membuat warganet mempertanyakan peran Satgas PPKS ITB dan komitmen kampus dalam mencegah budaya yang berpotensi melahirkan pelaku kekerasan. 

Hingga berita ini ditulis, pihak HMT ITB (@HMT_ITB atau @khmtitb), KM ITB, serta rektorat ITB belum memberikan respons resmi atas video viral tersebut.

Baca Juga: Heboh Skandal Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI Depok, Jawa Barat, 16 Orang Angkatan 2023 Dihadapkan Forum Mahasiswa, Dekan Ancam Rekomendasikan Drop Out

Akun resmi himpunan juga belum berkomentar meski sudah ditag berulang kali.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, "guyonan internal" kampus bisa dengan cepat menjadi konsumsi publik.

Banyak pihak menyerukan agar himpunan mahasiswa mereformasi tradisi yang bertentangan dengan nilai kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#HMT ITB #Lagu Erika ITB #Orkes Semi Dangdut ITB #Kontroversi Mahasiswa Tambang ITB #Kekerasan Seksual Kampus