SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Sepanjang Rabu malam (15 April 2026) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merekam 35 kali guguran lava dan 24 kali gempa hybrid/fase banyak.
Menurut laporan MAGMA-VAR BPPTKG, guguran lava teramati 11 kali mengalir ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter. Tidak teramati asap kawah selama periode pengamatan tersebut. Gunung terlihat jelas hingga kabut level 0-II.
Kondisi meteorologi di sekitar puncak Merapi (2.968 mdpl) berawan dengan angin tenang ke arah timur. Suhu udara berkisar 17,8–20,7 °C, kelembaban udara 92,7–99 persen, dan tekanan udara 873,7–917,3 mmHg.
Status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Suplai magma yang masih berlangsung berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.
Potensi Bahaya dan Rekomendasi BPPTKGBPPTKG menyampaikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran dengan rincian sebagai berikut:
Sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.
Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol maksimal 5 km.
Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Digelar, Vario 160 Kembali Siap Melesat
Rekomendasi kepada masyarakat:
Tidak melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya.
Mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.
Selalu memantau informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG, karena status dapat ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas signifikan.
Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Tampil Lebih Ekspresif dengan Naked Handlebar Honda Vario 125 Street
Masyarakat di wilayah Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) diimbau tetap tenang namun waspada. Hindari aktivitas di alur sungai yang berhulu di Merapi, terutama saat curah hujan tinggi.
Laporan ini disusun oleh Yulianto dari BPPTKG Yogyakarta berdasarkan data pemantauan visual dan kegempaan. Sumber resmi: MAGMA ESDM – https://magma.esdm.go.id. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin