Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Terobosan CRISPR dari China: HIV Bisa Dihapus dari DNA Sel Manusia, Harapan Baru Obati AIDS? 

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 16 April 2026 | 12:32 WIB
Ilustrasi China Temukan Terapi CRISPR yang Bisa Sembuhkan HIV Secara Total
Ilustrasi China Temukan Terapi CRISPR yang Bisa Sembuhkan HIV Secara Total

RADAR MALIOBORO – Sebuah penelitian terbaru menggunakan teknologi CRISPR-Cas12a yang dikirim melalui exosomes berhasil menghapus materi genetik HIV-1 yang terintegrasi di DNA sel manusia.

Penemuan ini menjadi sorotan setelah dijelaskan oleh dr. Adam Prabata, dokter sekaligus PhD di bidang ilmu kedokteran, melalui utas di platform X (Twitter).

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecular Therapy pada Februari 2026 ini dilakukan oleh tim dari Wuhan University of Science and Technology (WUST), China, dipimpin Profesor Gu Chaojiang.

Mereka mengembangkan sistem EMT-Cas12a (Exosome-Mediated Targeted CRISPR-Cas12a Delivery System).

Baca Juga: Waspada, BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia Barat Daya Lampung, Peluang Rendah Jadi Siklon Tropis

Exosomes adalah vesikel kecil alami yang dimodifikasi untuk membawa alat edit gen CRISPR-Cas12a secara tepat sasaran ke sel CD4+ T, tempat HIV biasanya bersembunyi dalam bentuk provirus laten. 

Menurut dr. Adam Prabata, HIV adalah virus yang menyisipkan gennya ke dalam DNA sel inang.

Teknologi CRISPR berfungsi seperti “gunting gen” yang memotong bagian DNA tersebut.

Dalam penelitian ini, CRISPR berhasil memotong proviral DNA HIV hingga tidak terdeteksi lagi di tingkat sel laboratorium dan model mencit dengan sistem imun humanisasi.

Baca Juga: Merapi Masih Siaga Level III, BPPTKG Catat 35 Guguran Lava dan 24 Gempa Hybrid dalam 6 Jam Malam, Warga Sleman-Magelang Waspada Awan Panas hingga 7 Km

Hasil uji menunjukkan:

Penurunan signifikan bahkan eliminasi total DNA virus di beberapa sampel.

Pemulihan jumlah sel CD4+ (sel imun utama yang diserang HIV).

Tidak ditemukan efek off-target atau edit gen yang tidak diinginkan.

“Penelitian ini dilakukan baru di tahap sel dan hasilnya sangat baik,” jelas dr. Adam Prabata.

“Penelitian pada manusia dengan metode CRISPR untuk HIV masih berjalan hingga saat ini, semoga hasilnya baik ya!”

Baca Juga: Celah Keamanan IGRS Bocorkan Spoiler Game 007: First Light dan Bandai Namco, Gamer Jogja Waspada Spoiler Besar-besaran

Meski menjanjikan sebagai functional cure (pengobatan fungsional yang membuat virus tak terdeteksi dan sistem imun pulih tanpa obat antiretrovirus seumur hidup), penelitian ini belum siap diterapkan pada pasien manusia.

Saat ini masih tahap pra-klinis dengan sel dan model hewan. Berbagai uji klinis CRISPR untuk HIV di dunia juga masih berlangsung, termasuk yang menggunakan pendekatan serupa.

dr. Adam Prabata menekankan pentingnya tetap menjaga perilaku seks yang aman.

“Sekalipun virus HIV telah dapat dihapus dari DNA sel manusia dan bukan lagi menjadi momok yang menakutkan, tetap jaga perilaku seks ya, gaes,” seperti yang dikutip dari utas asal yang ia komentari.

Baca Juga: Kementan Siapkan Strategi Antisipasi El Niño 2026, Jaga Produksi Pangan Nasional Tetap Stabil

Di Indonesia, kasus HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Penemuan ini membuka harapan baru bahwa suatu hari nanti pengobatan HIV tidak lagi seumur hidup, melainkan satu kali terapi yang bisa menghilangkan virus dari akarnya.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa jalan menuju aplikasi klinis masih panjang.

Faktor keamanan jangka panjang, efisiensi pengiriman ke semua reservoir virus di tubuh, serta aksesibilitas biaya menjadi tantangan utama.

Penelitian ini menambah optimisme global dalam perang melawan HIV/AIDS. Tim WUST berhasil menciptakan “misil gen” yang tepat sasaran menggunakan exosomes sebagai pembawa non-virus, sehingga lebih aman dibandingkan vektor virus konvensional. (iwa) 

(Sumber: Utas X dr. Adam Prabata (@AdamPrabata), publikasi Molecular Therapy 2026, dan laporan resmi Wuhan University of Science and Technology) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#obat hiv aids #obat aids #hiv bisa disembuhkan #aids bisa sembuh #Universitas Wuhan