JOGJA – Waspada kekeringan ekstrem! Pakar klimatologi BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin, mengeluarkan update terbaru soal fenomena El Niño 2026 yang diprediksi bakal melanda Indonesia mulai bulan Mei mendatang.
Menurut Prof. Erma, berbagai model prediksi ENSO global menunjukkan El Niño akan onset pada Mei 2026 dan mencapai puncak intensitas pada September 2026.
“Persiapkan skenario terburuk untuk menghadapinya,” tegasnya melalui akun X @EYulihastin, Senin (20/4/2026).
Prof. Erma yang merupakan Profesor Klimatologi dan Pakar Iklim Ekstrem di Research Center for Climate and Atmosphere BRIN menjelaskan, timnya telah mengembangkan model prediksi regional KAMAJAYA.
Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Honda Supra GTR 150 Perkuat Segmen Bebek Sport 150cc di Indonesia
Model ini merupakan downscaling dari model global NOAA yang disesuaikan khusus untuk wilayah Indonesia.
“Hasilnya, daerah tertentu akan mengalami ~140 hari tanpa hujan selama musim kemarau,” ungkapnya.
Prediksi ini sangat relevan bagi petani dan masyarakat Yogyakarta yang mengandalkan musim hujan untuk pertanian dan pasokan air bersih.
Lebih lanjut, Prof. Erma menjelaskan bahwa El Niño kali ini disebut “super” bukan hanya karena intensitasnya yang kuat, melainkan juga luas area pemanasan di Samudra Pasifik.
Saat ini, pemantauan di Pasifik timur sudah menunjukkan anomali suhu mencapai 1,97°C.
Pemanasan ini diprediksi akan meluas ke arah barat.
“Kondisi pemanasan hingga menembus kedalaman 300 meter telah terjadi sangat cepat di Samudra Pasifik tengah-ekuator. Sinyal El Niño semakin menguat. Jika sudah panas, maka akan terus memanas hingga mencapai maksimum,” tambahnya.
Peringatan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah DIY, petani, dan seluruh masyarakat Yogyakarta untuk segera mempersiapkan mitigasi.
Mulai dari penghematan air, persiapan stok pangan, hingga strategi irigasi alternatif agar tidak terdampak parah saat kemarau panjang tiba.
Apa yang Harus Dipersiapkan Masyarakat Yogyakarta?
Hemat penggunaan air sejak sekarang
Siapkan cadangan air bersih untuk rumah tangga dan pertanian
Petani diimbau memilih varietas tanaman tahan kekeringan
Pemerintah daerah diminta mempercepat program sumur bor dan embung cadangan air
Update ini langsung menjadi perhatian publik karena datang dari pakar terkemuka yang selama ini konsisten memantau dinamika iklim Indonesia.
(Sumber: Prediksi model global dan KAMAJAYA BRIN, Update 20 April 2026)
Editor : Iwa Ikhwanudin