Radar Malioboro - Sebuah video yang beredar di platform Threads dan kemudian dikutip ulang oleh akun X Komunitas Sahabat Kereta (@sahabat_kereta) pada Rabu (23/4/2026) mendadak viral dan memantik kecaman luas dari warganet.
Video berdurasi delapan detik itu memperlihatkan seorang penumpang dengan sengaja memasak mie menggunakan alat masak portable yang dicolokkan langsung ke stop kontak listrik di dalam gerbong kereta api.
Dalam unggahan tersebut, akun pengguna Threads bernama purbamurhani mengunggah foto dan video seraya menulis caption santai:
"Masih di Stasiun Tegal Guys masih panjang perjalanan, nikmati aja perjalanan dengan rebus soto medan 🤣🤣🤣 sederhana tapi nikmat 😍". Unggahan itu menuai lebih dari 2 ribu suka dan 4.300 komentar sebelum akhirnya ramai diperbincangkan lebih luas.
Komunitas Sahabat Kereta langsung merespons dengan mengutip konten tersebut dan memberikan peringatan tegas kepada publik.
Dalam unggahannya di platform X tertanggal 23 April 2026 pukul 00.16 WIB (yang telah ditonton lebih dari 11.200 kali) akun tersebut menyatakan bahwa daya pembangkit listrik di kereta api sangat terbatas.
"Daya pembangkit listrik di kereta sangat terbatas, dapat menyebabkan konsleting, bahkan bisa menyebabkan kebakaran," ujar Komunitas Sahabat Kereta (@sahabat_kereta), 23 April 2026.
Peringatan ini selaras dengan penjelasan resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui kanal KAI Customer Care 121.
Dalam infografis yang turut disebarluaskan oleh Komunitas Sahabat Kereta, KAI menegaskan bahwa fasilitas stop kontak atau colokan listrik di dalam gerbong kereta api hanya diperuntukkan untuk mengisi daya gadget, yakni handphone, tablet, laptop, TWS, power bank, dan perangkat lain yang tidak memiliki konsumsi daya besar, dengan batas maksimal 40 watt.
Menggunakan colokan listrik di dalam gerbong untuk peralatan memasak portable, seperti pemanas air mini, rice cooker mini, atau pemanas mie instan, termasuk kategori pelanggaran yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Beban listrik yang melebihi kapasitas dapat mempengaruhi sistem persinyalan dan operasional kereta secara keseluruhan, yang pada gilirannya mengancam keselamatan seluruh penumpang.
Terkait insiden viral ini, KAI mengimbau seluruh penumpang untuk bijak menggunakan fasilitas yang tersedia di dalam kereta.
Penumpang yang ingin makan selama perjalanan disarankan membawa bekal yang tidak memerlukan proses memasak, atau memanfaatkan layanan restorasi dan kantin yang tersedia di stasiun-stasiun pemberhentian.
Baca Juga: Adopsi Teknologi Agroforestri Jadi Strategi Jitu Dongkrak Nilai Ekonomi Lahan Kakao Petani
Lebih jauh, penumpang juga dapat melaporkan tindakan yang melanggar ketentuan perjalanan kereta api melalui KAI Customer Care di nomor 121, aplikasi Access by KAI, atau media sosial resmi KAI.
Penertiban oleh petugas KAI di dalam kereta juga dapat dilakukan jika ditemukan penumpang yang membahayakan keselamatan perjalanan. (oOo)
Editor : Iwa Ikhwanudin