Maluku Utara – Warga dan nelayan di Halmahera Utara, Maluku Utara, dibuat terpana sekaligus waspada menyaksikan erupsi dahsyat Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kolom abu vulkanik menjulang tinggi membentuk awan raksasa di langit biru, terlihat jelas dari pemukiman, pelabuhan, hingga area publik setempat.
Video yang viral di media sosial menunjukkan tiang abu tebal berwarna putih keabuan yang terus membumbung tinggi, membentuk struktur cauliflower khas erupsi eksplosif.
Erupsi ini terjadi di salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan latar belakang bangunan rumah, perahu nelayan, tiang listrik, dan kerumunan warga yang sebagian mengabadikan momen tersebut.
Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara ini memang dikenal dengan aktivitasnya yang hampir terus-menerus sejak era 1930-an.
Sepanjang Mei 2026, gunung ini telah beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu bervariasi antara 500 hingga 1.500 meter di atas puncak.
Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Dukono saat ini berada pada Level II (Waspada).
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 2-4 kilometer dari pusat kawah.
Imbauan Keselamatan untuk Warga
Hindari aktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Dukono jika terjadi hujan deras, karena berpotensi banjir lahar dingin.
Gunakan masker dan kacamata jika terjadi hujan abu untuk menghindari gangguan pernapasan dan iritasi mata.
Ikuti arahan petugas BPBD dan PVMBG setempat.
Erupsi hari ini menambah catatan aktivitas vulkanik Ring of Fire yang intens di wilayah Indonesia timur. Meski belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan, warga diminta tetap tenang namun waspada.
Pantau terus update terbaru dari PVMBG dan BMKG terkait arah sebaran abu vulkanik yang bisa berubah sesuai arah angin.
Artikel ini disusun berdasarkan video dan laporan langsung dari lapangan pada 8 Mei 2026. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin