Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Waspada Super El Niño 2026! Peluang Terkuat dalam Sejarah, Ancaman Kekeringan Ekstrem hingga Krisis Pangan di Indonesia

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 8 Mei 2026 | 12:29 WIB
Super El Niño 2026.
Super El Niño 2026.

Yogyakarta – Peluang terbentuknya El Niño super kuat atau bahkan rekor terkuat sepanjang sejarah pada 2026 semakin meningkat.

Data terbaru dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) menunjukkan suhu permukaan laut di Pasifik Tengah bisa mencapai 3°C di atas rata-rata, berpotensi melampaui peristiwa 1877 dan 2015. 

Menurut laporan The Washington Post, kemungkinan El Niño muncul antara Mei-Juli 2026 mencapai lebih dari 60 persen dan bertahan hingga akhir tahun.

NOAA juga menyatakan peluang kuat terjadinya peristiwa ini, dengan sebagian model memproyeksikan “super El Niño”. 

Baca Juga: 23 Kasus Positif Hantavirus di Indonesia hingga 2026, Dua Kasus Suspek Ada di Jakarta Utara, dan Kulon Progo, Yogyakarta

Fenomena El Niño kuat biasanya menyebabkan penurunan curah hujan signifikan di Indonesia, terutama wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BMKG telah mengingatkan potensi El Niño Godzilla yang bisa memicu:

Kekeringan panjang dan ekstrem
Krisis air bersih di daerah perkotaan maupun pedesaan
Gagal panen dan ancaman krisis pangan
Kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas
Peningkatan suhu udara yang ekstrem

Di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, dampak ini sangat relevan mengingat banyak lahan pertanian tadah hujan dan ketergantungan tinggi pada curah hujan musiman.

Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang, berpotensi mempengaruhi produksi padi, hortikultura, serta ketersediaan air untuk irigasi. 

Baca Juga: Gunung Dukono Meletus Dahsyat 8 Mei 2026, Kolom Abu Menjulang Tinggi di Atas Pemukiman dan Pelabuhan Halmahera Utara

Pakar iklim menyebut El Niño super bisa memperburuk kondisi cuaca global, termasuk kekurangan pangan dan gangguan pasokan air di berbagai negara tropis.

Di Indonesia, kombinasi El Niño dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif berpotensi memperparah kekeringan.

Langkah antisipasi yang disarankan:

Hemat penggunaan air sejak dini
Persiapan cadangan air bersih untuk musim kemarau panjang
Petani dan dinas pertanian segera menyusun strategi tanam dan irigasi alternatif
Masyarakat waspada terhadap risiko kebakaran hutan di lereng Merapi dan kawasan hijau lainnya

Baca Juga: Tertarik dengan Desain Merapat! Pemkab Klaten Gelar Sayembara Logo HUT 222 Klaten Berhadiah Rp 22,2 Juta

Fenomena ini juga diproyeksikan membuat 2026 menjadi salah satu tahun terpanas dalam catatan sejarah, meski dampak utamanya baru terasa kuat mulai paruh kedua tahun ini.

Pantau terus update dari BMKG dan BPBD DIY untuk peringatan dini.

Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun rencana mitigasi menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran.

Artikel ini dirangkum dari data ECMWF, NOAA, Washington Post, serta peringatan BRIN dan BMKG. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kekeringan Yogyakarta #El Niño 2026 #Super el Nino #Dampak El Niño Indonesia #Prediksi Cuaca 2026