Indramayu – Aksi unjuk rasa yang berlangsung panas terjadi di depan Pendopo Kabupaten Indramayu pada Kamis (7/5/2026).
Massa dari Aliansi Topi Jerami melempar puluhan ekor ular hidup ke gerbang pendopo sebagai bentuk protes simbolis setelah tidak berhasil menemui Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Video aksi yang viral di media sosial menunjukkan situasi kacau.
Polisi membentuk barikade, sementara ular-ular beterbangan dan merayap di area gerbang.
Massa meneriakkan tuntutan agar dugaan korupsi dan mark up proyek PDAM segera diusut tuntas.
Massa menyoroti dugaan mark up anggaran pengadaan barang dan jasa di PDAM Tirta Darma Ayu senilai Rp39,6 miliar.
Selain itu, mereka menuntut perbaikan pelayanan air bersih yang selama ini dinilai buruk bagi masyarakat Indramayu.
“Tidak ditemui Lucky Hakim saat unjuk rasa, massa aksi melempar puluhan ular ke Gerbang Pendopo Indramayu. Ular tersebut secara khusus mereka hadiahkan untuk Bupati Indramayu Lucky Hakim,” tulis salah satu akun yang membagikan video kejadian.
Aksi kreatif namun kontroversial ini menuai beragam reaksi di media sosial.
Banyak netizen mengkritik penggunaan hewan hidup sebagai bentuk animal abuse, meski ada pula yang melihatnya sebagai simbol protes tajam.
Ironisnya, aksi ini terjadi setelah Bupati Lucky Hakim sebelumnya meluncurkan program “Ular Sahabat Tani” pada 2025, di mana ribuan ular non-berbisa dilepas ke sawah untuk mengendalikan hama tikus dan membantu petani.
Aparat kepolisian setempat disebut telah mengamankan lokasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Aksi ini menjadi sorotan publik dan ramai dibahas di berbagai platform, mencerminkan tingginya ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dan dugaan korupsi di daerah. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin