KLATEN – Pemkab Klaten patut diacungi jempol. Pemerintah daerah yang dinakhodai Bupati Hamenang Fajar Ismoyo ini, sukses melaksanakan kegiatan 35th International Cycling History Conference (ICHC) yang dikemas dalam kegiatan KLIC Fest (Klaten International Cycling Festival) 2026.
Ya, setelah berlangsung selama delapan hari (sejak 17 Mei), rangkaian kegiatan KLIC Fest 2026 yang notabene menjadi event internasional terbesar pertama di Klaten ini, berakhir Minggu, 24 Mei 2026.
Selama delapan hari tersebut, para delegasi dan peserta dari dalam dan luar negeri, tidak melulu membahas persepedaan. Mereka juga diajak bersenang-senang, diajak menikmati berbagai destinasi wisata, diajak mencicipi dunia kuliner khas Klaten, dan dikenalkan produk produk UMKM dan IKM unggulan berikut cara membikinnya.
Pada acara penutup Minggu (24/5), masyarakat komunitas sepeda berjumlah kurang lebij 10 ribu orang dari berbagai daerah di tanah air, dari Sumatera hingga Papua, dan dari berbagai negara di dunia, tumplek blek di plataran Candi Sewu, Prambanan. Dengan berbagai atribut, kostum dan pakaian khas kebanggannya, mereka yang terdiri laki laki dan perempuan, bersuka ria menikmati panggung hiburan, dan pameran segala bentuk sepeda onthel.
PIC Kegiatan KLIC Fest 2026 yang adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten, Purwanto mengatakan, dengan berakhirnya KLIC Fes 2026 ini, menjadi bukti bahwa Klaten telah menunjukkan diri kepada dunia sebagai kabupaten yang mampu menghadirkan event internasional berkualitas.
Baca Juga: Sinergi Astra Motor Yogyakarta dan Desa Wisata Krebet Melalui Media Tour
“Dengan telah selesainya seluruh rangkaian kegiatan KLIC Fes hari ini (24/5), membuktikan bahwa kita telah menunjukkan diri kepada dunia sebagai kabupaten yang mampu menghadirkan event internasional berkualitas, memadukan olahraga, budaya, sejarah, pariwisata, dan keramahan dalam satu harmoni yang indah, ,” kata Purwanto kepada Radar Malioboro.
Bagi Pemkab Klaten, output yang dapatkan dari perhelatan ini adalah, bahwa potensi unggulan Kabupaten Klaten, baik itu budaya, pariwisata, UMKM, IKM dan kuliner dapat terpromosikan kepada semua delegasi, baik mancanegara maupun delegasi dari semua wilayah di Indonesia.
“Pasca kegiatan ini, harapan besar kami bahwa para delegasi yang sudah kembali ke daerah atau ke negara asalnya, dapat menginformasikan pengalaman dan kesan baik tentang Klaten kepada khalayak luas di daerah dan negara asalnya masing-masing, sehingga mereka akan datang kembali ke Klaten untuk menikmati segaal potensi dan keungguklan yang kita miliki di Klaten ini,” tandasnya
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo memberikan perhatian lebih terhadap event ini. Dalam beberapa kali kesempatan hadir pada rangkaian kegiatan KLIC Fest 2026 tersebut, politisi PDI Perjuangn ini mengungkapkan rasa bangganya karena Klaten terpilih menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan 35th International Cycling History Conference (ICHC), yang berlanjut The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 yang berlangsung di Plataran Candi Sewu, Kompleks Candi Prambanan, Klaten.
Pada moment momen tersebut, Hamenang—panggilan akrabnya mempromosikan potensi yang dimiliki Klaten, mulai dari tempat tempat wisata, budaya, produksi UMKM unggulan, kuliner dan lain sebagainya, tak terkecuali tentang keramahan warga Klaten.
Ketua Umum Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Darat Aris mengapresiasi gelarasn Klaten International Cicling Festival ini. Menurutnya kegiatan yang berlangsung selama delapan hari yang ditutup dengan parapade sepeda dan kostum, sangat bermanfaat terhadap komunitasnya. Dan ini memberi harapan baru bagi para pecinta sepeda sepeda tua.
“Dengan kegiatan ini, kami merasa terfasilitasi, tersanjung, dan kami para pecinta sepeda tua yang berasal dari semua daerah di tanah air bisa bersilaturahmi, berkempul untuk bersenang senang serta berdiskusi untuk masa depan dan perkembangan para pesepeda tua ini,” katanya.
Karena itu ia berucap terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung penyelenggaran kegiatan ini, utamanya kepada Pemkab Klaten, Pemprov Jawa Tengan, Kementrian Perhubungan dan lainnya.
Untuk diketahui bahwa rangkaian kegiatan KLIC Fest 2026 dimulai Minggu (17/5/2026). Sebagai pembuka, para delegasi dari 16 negara peserta, diajak mengenal lebih dekat kekayaan daerah melalui city tour ke sejumlah destinasi budaya, kerajinan, dan wisata unggulan di Kabupaten Klaten.
Mereka diajak keliling ke desa-desa potensi industri dan destinasi wisata unggulan, mulai dari Omah Wayang, Desa Wisata Melikan, tempat perajin batik, tempat produksi kain lurik, Umbul Ponggok, dan ke New Rivermoon Adventure Polanharjo.
Di hari ke dua, dan ke tiga (18 -- 19 Mei) merupakan ajang (sesi) diskusi atau konferensi. Selama dua hari berturut turut, secara akademis dipresentasikan tentang sejarah dan perkembangan sepeda dari berbagai narasumber dalam dan luar negeri. Sedikitnya 19 sesi akademis mempresentasikan tentang dunia sepeda.
Baca Juga: Pelajar di Daerah Bisa Naik Kelas Lewat TEFA Astra Honda
Hari ke empat (20 Mei 2026) merupakan sesi pleno, dimana salah satu pembicara utamanya Bupati Klaten Hamenang Fajar Ismoyo. Dilanjutkan pembicara-pembicara lain di antaranya dari perguruian tinggi, Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Tengah, Duta Besar Jerman, dan Duta Besar Belanda.
Sedangkan hari ke lima, ke enam, ketuju, dan ke delapan adalah sesi IVCA Rally Area Prambanan dan ABCD Fest (All Bike Classic Day Out Festival) di Lapangan Candi Sewu, Prambanan. Di sini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, semua genre sepeda antik, klasik, retro, vintage, bersatu dalam satu festival besar.
Dalam kesempatan ini, terdapat Festival Candi Kembar, parade kostum, bike camp, pasar vintage, bazaar kuliner, social ride, music & culture show, exhibition, dan kontes sepeda klasik. Untuk social culture, peserta keliling Candi Prambanan dengan bersepeda kurang lebih berjarak 26 km dimulai dari pagi hingga sore hari, dengan kuota peserta 100 orang.
Sementara itu, dalam Festival Candi Kembar yang berlangsung di Paseban Candi Kembar, diwarnai kirap gunungan, pentas seni budaya (Tari Gedrok Lesung dan Jathilan), serta pemeran produk UMKM. Sebagai puncak acara, digelar Parade Sepeda Kostum (Internasional), Parade Sepeda (Umum), dan diakhiri dengan pengumuman kontes sepeda, serta juara parade.
Dalam Parade Sepeda Kostum (Internasional) dan Parade Sepeda (Umum), para peserta yang mencapai kurang lebih 10 ribu, bersepeda santai start dari Lapanga Utara Candi Sewu masuk ke dalam Candi Prambanan, dan keluar dari pintu parkir, lalu berkeliling di wilayah Kecamatan Prambanan sisi utara ke timur. Setelah itu, dakhiri panggung hiburan, disertai pembagian doorprize dan pengumuman pemenang kontes sepeda, serta juara parade sepeda dan kostum. (*)
Editor : Bahana.