RADAR MALIOBORO - Kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mengalami perubahan. Langkah ini diambil setelah posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) resmi digantikan oleh Nanik Deyang yang diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026), menggantikan Dadan Hidayana.
Dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026), Nanik mengumumkan penghentian sementara pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Pihak BGN ingin mengevaluasi kembali kebutuhan dapur di setiap wilayah.
Nanik menilai, saat ini jumlah dapur yang beroperasi dinilai sudah cukup banyak, terutama di area perkotaan dan aglomerasi.
“Saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional. Kami akan beresin dulu ini. Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, ya enam saja,” ujar Nanik.
Evaluasi ini bertujuan untuk menghitung ulang kebutuhan ideal SPPG di setiap kecamatan dan kabupaten berdasarkan jumlah penerima manfaat. Jika nantinya dirasa masih kurang, pendaftaran SPPG baru akan dibuka kembali.
Selain itu, Presiden Prabowo melalui Nanik sebagai Kepala BGN menginstruksikan agar pembangunan dapur MBG ke depannya lebih difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga: Bantuan Dana PIP Termin 2 Siswa SD hingga SMA/SMK, Cek Link!
“Saat ini masih terdapat konsentrasi dapur yang tinggi di wilayah aglomerasi, sementara sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih membutuhkan penguatan layanan. Karena itu kami melakukan penataan agar pemerataan manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia,” ujar Nanik.
Nanik juga mengisyaratkan bahwa target 82,9 juta penerima manfaat pada tahun ini bukan lagi prioritas utama. Pemerintah kini lebih memilih fokus pada kualitas layanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat dari MBG. (Bunga Faizati Hudianna).
Editor : Iwa Ikhwanudin