RADAR MALIOBORO - Menjelang perayaan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau yang dikenal dengan malam 1 Suro, ratusan pendaki dan peziarah mulai memadati Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan pada Minggu (14/6/2026), Pos Pengamanan Gunung Lawu via jalur Cemorosewu di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, mencatat sedikitnya ada 390 pendaki yang telah memulai aktivitas mereka.
“Dari total sekitar 390 pendaki yang tercatat di jalur Cemorosewu, sebanyak 150 orang memilih untuk berkemah di puncak, sementara 240 orang lainnya memilih jalur tektok atau langsung turun kembali,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo.
Baca Juga: Urgensi Global di Balik Peringatan Hari Kesadaran Kekerasan Terhadap Lansia Sedunia
Eka memprediksi arus kedatangan pendaki akan terus meningkat tajam pada Senin malam, bertepatan dengan malam pergantian tahun Jawa tersebut.
Lonjakan serupa juga diantisipasi di wilayah administrasi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Demi memfasilitasi para pendaki yang mayoritas didominasi oleh pelaku ritual, pengelola memutuskan untuk mengubah kebijakan operasional normal. Jika biasanya batas akhir pendakian ditutup pukul 17.00 WIB, khusus pada momen 1 Suro ini, dua jalur utama di Karanganyar dibuka penuh selama 24 jam.
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadiningsih, mengonfirmasi bahwa jalur pendakian via Candi Cetho (Kecamatan Jenawi) dan via Cemoro Kandang (Kecamatan Tawangmangu) siap melayani para pendaki sepanjang hari.
Baca Juga: Jogja Nggak Ada Matinya! Ini 8 Rekomendasi Coffee Shop Hits dan Baru yang Wajib Kamu Coba
Untuk mengantisipasi risiko keselamatan seiring membeludaknya kuantitas pengunjung, pihak pengelola menerapkan aturan ketat selama periode pengamanan khusus yang berlangsung dari Senin hingga Rabu (15-17/6/2026), yakni larangan melakukan pendakian seorang diri.
“Kami sementara ini belum membuka opsi solo hiking. Pendaki tidak wajib menggunakan jasa porter, namun mereka harus membawa pendamping atau berkelompok, tidak boleh sendiri,” tegas Titin.
Guna memastikan kelancaran dan keselamatan, pos pengamanan terpadu telah didirikan di berbagai titik strategis di sepanjang jalur pendakian, baik di wilayah Magetan maupun Karanganyar. Personel gabungan yang disiagakan melibatkan unsur:
• BPBD Magetan dan Karanganyar
• TNI (Kodim Magetan) dan Polri (Polres Magetan & Polsek setempat)
• Perhutani KPH Lawu Ds
• Tim Medis (PMI dan Puskesmas)
• Relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) serta SAR Karanganyar.
Baca Juga: CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi
Selain mengawasi pergerakan massa, petugas gabungan juga fokus melakukan pemeriksaan ketat terhadap kondisi fisik, kesehatan, serta kelengkapan logistik para pendaki sebelum diizinkan naik.
Komandan Markas SAR Karanganyar, Arif Sukro Yunianto, bersama BPBD mengingatkan para pendaki untuk waspada terhadap kondisi cuaca. Saat ini, Gunung Lawu mulai memasuki musim kemarau yang memicu penurunan suhu udara secara drastis hingga mencapai level dingin ekstrem.
Perubahan cuaca yang esktrem, seperti kabut tebal dan hujan yang bisa datang tiba-tiba, mengharuskan para pendaki untuk mempersiapkan fisik prima serta membawa perlengkapan gunung yang memadai demi menghindari insiden yang tidak diinginkan. (Bunga Faizati Hudianna).
Editor : Iwa Ikhwanudin