Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hari Penyu Sedunia 2026: Momentum Menyelamatkan Penjaga Ekosistem Laut yang Kian Terancam

Bunga Faizati Hudianna • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:08 WIB
Ilustrasi penyu yang kian langka. (Foto: Magnific)
Ilustrasi penyu yang kian langka. (Foto: Magnific)

SETIAP tanggal 16 Juni, masyarakat global memperingati Hari Penyu Sedunia (World Sea Turtle Day). Peringatan tahunan ini berbeda dengan Hari Kura-kura dan Penyu Sedunia (World Turtle Day) yang jatuh pada 23 Mei lalu. 

Tahun ini, momentum Hari Penyu Sedunia 2026 kembali menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kesadaran publik serta memperkuat aksi nyata dalam melindungi satwa purba yang kian terancam punah.

Melansir data dari All World Day, peringatan ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2000 oleh American Tortoise Rescue (ATR), sebuah organisasi yang didirikan oleh Susan Tellem dan Marshall Thompson. Organisasi ini berkomitmen penuh untuk melindungi seluruh spesies penyu dan kura-kura di seluruh dunia.

Baca Juga: PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026, Berbeda dengan Pemerintah dan Muhammadiyah

Sementara itu, pemilihan tanggal 16 Juni merujuk pada hari kelahiran Dr. Archie Carr, tokoh yang dikenal luas sebagai Bapak Biologi Penyu. Dr. Carr telah mengabdikan seluruh karier dan hidupnya demi penelitian serta konservasi penyu.

Penyu merupakan salah satu makhluk tertua di Bumi yang telah hidup dan tidak banyak berubah selama lebih dari 110 juta tahun. Jika dahulu penelitian banyak berfokus pada penyu betina dan tukik di pantai peneluran, kini teknologi modern seperti pelacakan satelit telah membuka wawasan baru mengenai kehidupan mereka di laut lepas.

Dari total 7 spesies penyu yang ada di dunia, yakni Penyu Belimbing, Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Lekang, Penyu Pipih, Penyu Tempayan, dan Penyu Kempi, Perairan dan pantai di Indonesia menjadi habitat peneluran penting bagi 4 spesies di antaranya.

Baca Juga: Pencinta Vario Semarakkan Night Ride Penuh Kebersamaan di Ajang "Vario Street Nation"

Setiap spesies penyu memiliki peran ekologis yang tidak tergantikan. Mereka berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem laut, mulai dari merawat kesehatan padang lamun hingga menjaga produktivitas terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut lainnya.

Melansir data dari World Wide Fund for Nature (WWF), sebagian besar spesies penyu saat ini tengah menghadapi ancaman kepunahan yang serius. Aktivitas manusia menjadi faktor utama di balik penurunan populasi ini secara drastis, yang meliputi:

•    Perburuan telur, pengambilan daging, serta perdagangan ilegal bagian tubuh penyu masih marak terjadi.
•    Sampah plastik di lautan kerap tertelan oleh penyu yang mengiranya sebagai ubur-ubur, atau menjerat tubuh mereka hingga terluka dan mati.
•    Banyak penyu yang tidak sengaja terjerat dalam alat tangkap industri perikanan.
•    Lonjakan suhu global menyebabkan suhu pasir di pantai peneluran meningkat. Kondisi ini berdampak buruk pada perkembangan telur dan mengacaukan keseimbangan rasio jenis kelamin tukik yang menetas.

Baca Juga: Pebalap Binaan Astra Honda Cetak Sejarah Terkencang di Estoril

Menanggapi situasi kritis ini, berbagai organisasi konservasi seperti Yayasan Penyu Indonesia (YPI) dan WWF terus bergerak melakukan upaya penyelamatan. 

Langkah taktis yang dilakukan meliputi pemantauan jalur migrasi penyu, proteksi ketat kawasan peneluran, edukasi ke masyarakat pesisir, hingga mendorong penguatan kebijakan perlindungan satwa liar.

Peringatan Hari Penyu Sedunia ini menjadi sebuah panggilan bagi semua pihak. Kelestarian penyu tidak hanya bertumpu pada lembaga konservasi, melainkan pada tindakan kolektif masyarakat global. 

Baca Juga: Makna Lagu di Album Baru Olivia Rodrigo ‘You Seem Pretty Sad for a Girl so in love’

Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendukung praktik wisata ramah lingkungan, serta menjaga kebersihan pesisir dapat menjadi kontribusi nyata demi memastikan satwa purba ini tetap berenang bebas di masa depan. (Bunga Faizati Hudianna).

Editor : Iwa Ikhwanudin
#World Sea Turtle Day #Hari Penyu Sedunia #kesadaran publik #American Tortoise Rescue #penyu