Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menilik Sejarah dan Peran Pelabuhan di Hari Dermaga Nasional 2026

Bunga Faizati Hudianna • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi dermaga (Foto: Magnific)
Ilustrasi dermaga (Foto: Magnific)

RABU (17/6/2026), menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Dermaga Nasional. Di tengah komitmen global terhadap isu ekonomi berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, peringatan tahunan ini hadir sebagai pengingat akan pentingnya peran dermaga bagi konektivitas perekonomian di negara maritim ini.

Sebagai negara kepulauan, dermaga bukan sekadar tempat bersandar kapal. Infrastruktur ini merupakan titik temu perdagangan, distribusi logistik, serta penggerak utama pariwisata yang menghubungkan ribuan pulau di Nusantara.

Eksistensi dermaga di Indonesia memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Aktivitas pelabuhan tercatat sudah dimulai sejak masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, di mana dermaga tradisional digunakan sebagai pusat distribusi komoditas perdagangan antarwarga dan pedagang asing.

Baca Juga: Hari Penyu Sedunia 2026: Momentum Menyelamatkan Penjaga Ekosistem Laut yang Kian Terancam

Memasuki era revolusi industri pada tahun 1950-an, teknologi perkapalan global berkembang pesat dengan lahirnya kapal kontainer. Hal ini mendorong modernisasi pelabuhan di Indonesia, yang salah satu tonggak sejarahnya berkaitan erat dengan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Peringatan Hari Dermaga Nasional sendiri memiliki keterikatan historis yang kuat dengan pembentukan Pelabuhan Tanjung Priok. Dibangun oleh maskapai pelayaran Hindia Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM), proyek ambisius ini memakan waktu dari Mei 1877 hingga selesai pada tahun 1888. 

Awalnya, pembangunan Tanjung Priok ditujukan untuk memperluas Pelabuhan Sunda Kelapa sekaligus menyaingi dominasi pelabuhan Singapura dalam mendistribusikan hasil bumi Nusantara. Kini, Tanjung Priok telah bermutasi menjadi pelabuhan terbesar dan termodern di Indonesia.

Baca Juga: PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026, Berbeda dengan Pemerintah dan Muhammadiyah

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 50 Tahun 2021, fungsi dermaga kini telah diatur secara terperinci untuk mendukung aspek ekonomi, hukum, dan keselamatan publik. Fungsi-fungsi tersebut meliputi:

•    Logistik dan Perdagangan: Tempat bongkar muat barang, aktivitas ekspor-impor, serta pusat perpindahan intra dan antarmoda transportasi.
•    Pelayanan Publik: Tempat bersandar kapal serta lokasi naik-turun penumpang, terutama di wilayah kepulauan.
•    Pemerintahan dan Pengawasan: Fasilitas pendukung untuk kegiatan kepabeanan (bea cukai), keimigrasian, kekarantinaan, dan tugas operasional pemerintah lainnya.
•    Keselamatan: Menjaga kelancaran, keamanan, dan ketertiban seluruh mobilitas di area pelabuhan.

(Bunga Faizati Hudianna).

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Hari Dermaga Nasional #komitmen global #isu ekonomi #ekonomi berkelanjutan #peringatan tahunan