RADAR MALIOBORO - Setiap tanggal 24 Juni, Indonesia memperingati Hari Bidan Nasional. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah momentum untuk mengapresiasi dedikasi serta menegaskan kembali peran bidan sebagai garda terdepan kesehatan keluarga di seluruh pelosok negeri.
Peringatan Hari Bidan Nasional tidak lepas dari sejarah berdirinya Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Berdasarkan buku Konsep Kebidanan dan situs resmi IBI Jabar, organisasi yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 ini dibentuk melalui konferensi bidan pertama di Jakarta pada 24 Juni 1951.
Pertemuan tersebut merumuskan beberapa tujuan utama, yaitu menggalang persatuan antarbidan dan kaum wanita, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesi (khususnya pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta kesejahteraan keluarga), membantu pembangunan kesehatan nasional, serta meningkatkan martabat profesi bidan di masyarakat.
Baca Juga: Kisah Iin Sutiyani Lepas dari Jeratan Pinjaman Harian hingga Jualan di Grand Final PFL 2026
Seiring berjalannya waktu, IBI terus memperluas kiprahnya:
• Tahun 1951: IBI resmi bergabung dengan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) untuk mendukung pemberdayaan perempuan.
• 15 Oktober 1954: IBI disahkan sebagai Lembaga Negara melalui keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor J.A.5/92/7.
• Tahun 1956: IBI melebarkan sayap ke ranah internasional dengan diterima sebagai anggota International Confederation of Midwives (ICM).
• Hingga Tahun 2018: Keanggotaan IBI tumbuh pesat hingga mencapai 304.732 orang, mencerminkan keberhasilan organisasi dalam menyatukan dan meningkatkan kualitas bidan di Indonesia.
Peran seorang bidan sangat luas dan tidak terbatas pada proses persalinan saja.
Bidan hadir mendampingi masyarakat sejak masa remaja, kehamilan, persalinan, nifas, hingga pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB).
Baca Juga: Ditemukan Titik Fiktif Dapur MBG di Cilacap: Lokasi Berada di Sawah hingga Kuburan
Secara khusus, bidan memegang peranan krusial dalam program prioritas pemerintah untuk percepatan penurunan stunting. Langkah nyata yang dilakukan meliputi pendampingan intensif sejak masa kehamilan, edukasi pemenuhan gizi ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, serta penyuluhan terkait pola asuh dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Makna Peringatan Hari Bidan Nasional
Perayaan Hari Bidan Nasional yang kini telah berjalan selama beberapa dekade membawa lima makna utama bagi pembangunan bangsa:
• Menjadi wadah apresiasi dari pemerintah dan masyarakat atas ketulusan, kesabaran, dan profesionalisme para bidan yang bersiaga hingga ke daerah terpencil.
• Momen bagi para bidan dari berbagai daerah untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan mempererat ikatan moral sejawat.
• Melalui seminar dan kampanye kesehatan, perayaan ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan layanan kebidanan.
• Menjadi sarana diskusi antar-pemangku kepentingan untuk mengevaluasi tantangan dan merumuskan strategi peningkatan kualitas pelayanan di masa depan.
Baca Juga: Nyata untuk Palestina: Ariana Grande Salurkan Bantuan Darurat bagi Ratusan Ribu Anak di Gaza
• Memperbarui komitmen bidan dalam mendukung program kesehatan pemerintah serta memperkuat kolaborasi demi mencapai pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
(Bunga Faizati Hudianna).