Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Besok 10 Muharram! Ini Sejarah, Keutamaan, dan Panduan Pelaksanaan Puasa Asyura

Bunga Faizati Hudianna • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi perbanyak doa di bulan Muharram. (Foto: Magnific)
Ilustrasi perbanyak doa di bulan Muharram. (Foto: Magnific)

RADAR MALIOBORO - Memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam diimbau untuk meningkatkan kualitas ibadah di salah satu bulan yang paling dimuliakan ini. Di antara berbagai amalan yang ada, ibadah yang menjadi fokus utama dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah Puasa Asyura, yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, tanggal 10 Muharram 1448 H jatuh pada besok, Kamis (25/06/2026). Sebagai pelengkap, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan Puasa Tasu'a pada Rabu, 24 Juni 2026 (9 Muharram) untuk membedakan diri dari tradisi kaum Yahudi.

Sejarah di Balik Puasa Asyura

Kata “Asyura” berasal dari bahasa Arab yang berarti “sepuluh”, merujuk pada tanggal pelaksanaannya. Ibadah puasa ini memiliki akar sejarah yang panjang, bahkan sebelum datangnya Islam.

Baca Juga: Makna di Balik Peringatan Hari Bidan Nasional 24 Juni


•    Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi setempat berpuasa pada 10 Muharram. Puasa tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur atas pertolongan Allah SWT yang membelah laut dan menyelamatkan Nabi Musa AS serta Bani Israil dari kejaran Fir'aun.
•    Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak dan lebih dekat untuk mengikuti ajaran Nabi Musa AS. Beliau kemudian berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya.
•    Menurut mayoritas ulama, puasa Asyura pada awalnya berstatus wajib sebelum akhirnya Allah SWT menurunkan kewajiban puasa Ramadan. Setelah itu, hukum puasa Asyura berubah menjadi sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

Keutamaan Besar Puasa 10 Muharram

Menjalankan puasa pada hari Asyura bukan sekadar ritual, melainkan ibadah yang menjanjikan pahala luar biasa. Berikut adalah beberapa keutamaan utamanya.

Baca Juga: Kisah Iin Sutiyani Lepas dari Jeratan Pinjaman Harian hingga Jualan di Grand Final PFL 2026

•    Berdasarkan Hadis Riwayat Muslim dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan selama satu tahun yang telah berlalu. Namun, untuk dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha).
•    Melaksanakan puasa ini merupakan wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menghidupkan ajaran beliau.
•    Melalui refleksi sejarah Nabi Musa AS, umat Islam diajarkan untuk meyakini bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang yang beriman dan bersabar.

Niat Puasa Asyura (10 Muharram atau Kamis, 25 Juni 2026)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala."

Amalan Pendukung dan Hal yang Perlu Dihindari

Selain berpuasa, momentum 10 Muharram sebaiknya dioptimalkan dengan memperbanyak amal saleh lainnya, seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, bersedekah, serta melakukan muhasabah (introspeksi diri) di awal tahun baru Islam ini.

Namun, para ulama juga mengingatkan umat Islam agar tetap berpegang teguh pada syariat yang sahih. Hindarilah ritual-ritual berlebihan atau keyakinan mistis tanpa dalil, serta penyebaran hadis-hadis palsu terkait keutamaan Muharram agar nilai ibadah kita tetap terjaga dan diterima di sisi Allah SWT. (Bunga Faizati Hudianna).

Editor : Iwa Ikhwanudin
#10 muharam #puasa asyura #ibadah