Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Workshop di Yogyakarta Tekankan Media Lokal Harus Kredibel di Era Digital

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:48 WIB
Workshop Membangun Media Lokal Berkelanjutan digelar di Isvara Riverside, Yogyakarta, Rabu (8 Juli 2026). (Foto: iwa ikhwanudin/Radar Jogja)
Workshop Membangun Media Lokal Berkelanjutan digelar di Isvara Riverside, Yogyakarta, Rabu (8 Juli 2026). (Foto: iwa ikhwanudin/Radar Jogja)

 SLEMAN – Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri media secara drastis. Di tengah persaingan ketat dan maraknya hoaks, media lokal dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga kredibel untuk mempertahankan kepercayaan publik. Hal tersebut menjadi fokus utama Workshop Membangun Media Lokal Berkelanjutan yang digelar di Isvara Riverside, Yogyakarta, Rabu (8 Juli 2026).

Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Farida Dewi Maharani, menyatakan bahwa disrupsi teknologi memengaruhi hampir semua sektor kehidupan, termasuk media.

“Perubahan yang kita hadapi sangat signifikan. Teknologi bukan hanya mendisrupsi media, tetapi juga berbagai sektor lainnya,” ujar Farida.

Menurutnya, kompetisi semakin berat karena jumlah platform informasi terus bertambah, sementara pendapatan industri media tidak tumbuh sebanding. Tantangan utama saat ini bukan sekadar kecepatan memproduksi berita, melainkan kemampuan menghadirkan informasi yang terpercaya di ruang digital.

Baca Juga: Jadi Rebutan 11 Studio Hollywood, Serial Horor Viral YouTube 'The Mandela Catalogue' Siap di Produseri Steven Spielberg

“Yang harus dipertahankan adalah bagaimana media mampu menghadirkan informasi yang terpercaya di ruang publik. Karena itu, media harus terus bertransformasi menjadi media yang kredibel,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Komite Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, menyebut industri media tengah menghadapi krisis kepercayaan akibat hoaks, clickbait, dan pemberitaan negatif yang berlebihan. Perilaku masyarakat pun berubah; mereka kini lebih banyak mengonsumsi konten di media sosial.

“Kalau dulu masyarakat lebih banyak membaca berita, sekarang mereka lebih banyak menonton konten di media sosial,” kata Jazuli.

Ia menambahkan bahwa siapa pun kini bisa memproduksi konten, tetapi media arus utama memiliki tanggung jawab lebih besar karena diikat regulasi seperti Undang-Undang Pers dan ketentuan Dewan Pers. 

Baca Juga: Big Bike New Rebel 1100, Simbol Kebebasan Ekspresi Generasi Modern

“Kepercayaan masyarakat menjadi kebutuhan utama. Jika kepercayaan itu hilang, media juga akan kehilangan audiens sekaligus legitimasi,” tegasnya.

Jazuli menekankan bahwa aset terbesar media bukan teknologi atau jumlah pembaca, melainkan kepercayaan publik. Media juga memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas, yaitu menjadi penggerak perubahan, membangun optimisme, serta memperkuat solidaritas dan nilai kebangsaan.

Workshop mendorong penerapan jurnalisme positif yang tidak menutupi masalah, melainkan menyajikan fakta dengan perspektif solutif dan membangun harapan. Peserta juga didorong menerapkan empat prinsip sebelum mempublikasikan berita:

1. Menghindari visual yang menimbulkan trauma atau jijik.

2. Tidak menggunakan narasi provokatif yang memicu konflik.

3. Menghadirkan narasumber yang memberikan perspektif menenangkan.

4. Mengonfirmasi penanganan kasus ke aparat hukum agar mencegah main hakim sendiri.

Baca Juga: UI Klarifikasi Unggahan BEM Psikologi soal LGBT, Tegaskan Bukan Sikap Resmi Kampus

Pemimpin Redaksi Tribun Jogja, Ibnu Taufik Juwariyanto, mengingatkan perlunya perubahan paradigma pemberitaan.

“Bad news is good news, but good news is good news too,” ujarnya.

Workshop ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, Dewan Pers, perusahaan media, dan jurnalis untuk membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan. Di era digital yang penuh tantangan, media lokal yang menjaga akurasi, transparansi, dan kepedulian publik akan tetap relevan dan dipercaya masyarakat. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Industri media #Media lokal #Berita Kredibel #hoaks #media massa