Usai Ikuti Aksi Demo di Dishub Yogyakarta, Sopir Becak Motor (Bentor) Meninggal Dunia, Diduga karena Kelelahan

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:29 WIB
Penanganan korban meninggal dunia di samping timur Ruko Pusat Oleh-oleh Putri Kembar, Jalan Laksda Adisucipto Km 7,5, Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. (Foto: Dokumentasi Polresta Sleman) 
Penanganan korban meninggal dunia di samping timur Ruko Pusat Oleh-oleh Putri Kembar, Jalan Laksda Adisucipto Km 7,5, Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. (Foto: Dokumentasi Polresta Sleman) 

SLEMAN - Seorang pria berinisial S (58), warga Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Jogja, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (30/7) sekitar pukul 11.20. Lokasinya berada di samping timur Ruko Pusat Oleh-oleh Putri Kembar, Jalan Laksda Adisucipto Km 7,5, Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. 

PS. Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya datang seorang diri menggunakan sepeda motor dalam kondisi lemas dan pucat. Saksi sempat memberikan air minum serta minyak kayu putih. Tidak lama kemudian korban mengalami kejang.

"Saat ambulans tiba di lokasi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan," kata Argo dalam keterangan resmi pada Jumat (31/7/2026). 

Dia sebut petugas gabungan Polsek Depok Barat bersama tim medis dan Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan dokter di lokasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit atau kelelahan. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIJ untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. 

Baca Juga: Babak Baru Bahagia Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Resmi Sambut Buah Hati Pertama

"Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi," tambahnya. 

Argo membenarkan bahawa korban merupakan salah satu peserta yang mengikuti kegiatan unjuk rasa di sekitar Kantor Dinas Perhubungan DIY.

Namun, keterangan tersebut masih sebatas informasi yang disampaikan korban kepada saksi sebelum meninggal dunia.

Dalam aksi itu sendiri para sopir bentor menuntut agar kebijakan Malioboro Full Pedestrian tidak terburu-buru diterapkan, tetapi menunggu agar seluruh sopir sudah mendapatkan penggantian becak listrik (betrik). 

Baca Juga: Rumor Marvin Loria dan Mauro Caballero Menguat Bergabung ke PSIM Jogja, Manajer Akui Belum Tutup Kuota Asing

"Benar bahwa salah satu saksi menerangkan korban sempat menyampaikan baru selesai mengikuti kegiatan unjuk rasa," katanya. 

Atas kejadian ini dia mengimbau agar masyarakat mencari pertolongan medis apabila merasakan kondisi tubuh yang tidak sehat atau kelelahan saat beraktivitas.

Apabila menemukan seseorang dalam kondisi darurat segera hubungi layanan kesehatan atau kepolisian terdekat agar dapat segera diberikan penanganan. (del)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Bentor malioboro sleman meninggal kelelahan