RADAR MALIOBORO - Di tengah maraknya konten edukasi kesehatan yang serius dan kaku, dr Bobby Arfhan Anwar, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang akrab disapa dr Bobby Jantung punya cara berbeda menyampaikan pesan bahaya merokok.
Yaitu lewat sindiran satire yang justru bikin orang mikir dua kali.
Polanya konsisten muncul di berbagai unggahan warganet yang menandai akun Threads-nya, @dr.bobbyjantung.
Setiap kali ada yang mengunggah foto sedang merokok, dr Bobby membalas dengan template khas: foto dirinya beserta tulisan "Ah calon customer Potensial".
Baca Juga: Jogja Last Friday Ride (JLFR) Berjalan Lebih Kondusif, Wisatawan dan Warga Sambut Positif
Sebaliknya, ketika ada warganet yang bangga membagikan pencapaian berhenti merokok, seperti unggahan seorang pengguna X yang merayakan "Hari ke 95 Berhenti Merokok", dr Bobby justru membalas dengan nada pura-pura kecewa yang menyertakan foto dirinya di tengah hujan dengan tulisan "Why?? -1 customer potensial".
Dr Bobby konsisten memakai template visual yang sama persis di berbagai unggahan berbeda.
Alih-alih menakut-nakuti perokok dengan data statistik penyakit jantung, dr Bobby justru mengaku senang punya banyak pasien dari kalangan perokok.
Sebuah ironi yang justru menohok karena pembaca otomatis paham maksud sebenarnya.
Baca Juga: Ratusan Bikers Padati Yogyakarta dalam Gelaran Honda Vario Evo 160 Night Ride
Makin banyak orang merokok, makin banyak juga calon pasien penyakit jantung.
Reaksi warganet di kolom komentar pun ikut beragam. Ada yang menimpali dengan meme "PRIA JANTUNG ITU LAGI", ada pula yang menandainya sebagai bentuk sindiran halus setiap kali menemukan konten terkait rokok atau gaya hidup tak sehat, seolah dr Bobby sudah jadi "maskot" tak resmi untuk isu ini di linimasa.
Dari sisi komunikasi kesehatan publik, pendekatan dr Bobby ini punya nilai lebih dari sekadar hiburan.
Alih-alih ceramah panjang soal bahaya nikotin terhadap pembuluh darah koroner, ia mengemas pesan yang sama lewat humor gelap yang jauh lebih mudah dicerna dan dibagikan ulang.
Menjadi sesuatu yang jarang berhasil dilakukan kampanye kesehatan formal.
Pendekatan semacam ini sejalan dengan tren komunikasi kesehatan masa kini, yang makin bergeser tanpa mengurangi bobot informasi medis di baliknya.
Bedanya, dr Bobby melakukannya dengan modal candaan sederhana yang konsisten, namun berhasil menjangkau audiens jauh lebih luas dibanding akun edukasi kesehatan pada umumnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva