Bersilang Rupa Bersatu Rasa: Cara Hangat Remaja Karanggawang Sleman Satukan Warga di HUT ke-81 RI

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:46 WIB
 Karanggawang Pitulasan 2026. (Foto: Dokumentasi Panitia)
Karanggawang Pitulasan 2026. (Foto: Dokumentasi Panitia)

 SLEMAN — Tawa riang anak-anak dan riuh tepuk tangan warga memecah keheningan di Padukuhan Karanggawang, Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman.

Suasana hangat tersebut menjadi pemandangan sehari-hari semenjak deretan kegiatan Karanggawang Pitulasan 2026 resmi digulirkan oleh para pemuda setempat.

Mengangkat tajuk “Bersilang Rupa Bersatu Rasa”, rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda tahunan biasa.

Para remaja yang terhimpun dalam wadah Muda Mudi Karanggawang berikhtiar menjadikan momen kemerdekaan sebagai jembatan untuk mempererat silaturahmi antar-generasi.

Ketua Panitia Karanggawang Pitulasan 2026, Aris Budi Prasetya, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini membawa misi mendalam.

Selain untuk mengenang jasa para pahlawan dan memupuk rasa cinta tanah air, kegiatan ini difokuskan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong serta jiwa sportivitas di tengah masyarakat.

"Kegiatan tahun ini melibatkan seluruh elemen warga Karanggawang, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua."

"Intinya, kami ingin mewujudkan persatuan yang utuh," tutur Aris saat ditemui di sela-sela persiapan kegiatan, didampingi Wakil Ketua Panitia, Ananda Dzaky Agus Pratama, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga: Kemarau Ekstrem, Kekeringan Meluas, Ancaman Ganda Mengintai Indonesia: El Niño Super Kuat dan IOD Positif Resmi "Combo"

Aris menambahkan, pemandangan warga yang saling bahu-membahu menjadi bukti nyata dari tema yang diusung.

Menurutnya, perbedaan latar belakang maupun usia tidak menjadi penghalang untuk menciptakan keharmonisan.

"Melalui tema 'Bersilang Rupa Bersatu Rasa', kami ingin menggambarkan betapa indahnya keberagaman di tengah masyarakat ketika dipersatukan dalam ikatan rasa kebersamaan," ungkapnya penuh optimistis.

Keseruan acara sudah berlangsung sejak awal Juli dan akan terus menyelimuti Karanggawang hingga akhir Agustus 2026.

Untuk kategori anak-anak, kompetisi dipusatkan di Halaman Gedung Dakwah Mororejo sejak 1 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Beragam permainan tradisional dan ketangkasan seperti sundul air, memasukkan paku ke dalam botol, estafet pipa bocor, hingga lomba pindah air berhasil mengundang gelak tawa penonton.

Kehangatan interaksi juga berlanjut ke area olahraga.

Pertandingan bola voli yang mempertemukan kelompok bapak-bapak dan ibu-ibu dijadwalkan berlangsung pada 7–15 Agustus 2026 di Lapangan Voli Karanggawang.

Baca Juga: PIONIR Gadjah Mada 2026 Resmi Dimulai Senin 3 Agustus 2026, Ribuan Mahasiswa Baru Disambut Lewat Upacara hingga Kolaborasi Seni Nusantara

Menjelang detik-detik Proklamasi, warga bakal menggelar tradisi Malam Tirakatan pada Sabtu, 16 Agustus 2026 mulai pukul 19.30 WIB di Halaman Kantor Kalurahan Mororejo sebagai wujud perenungan dan rasa syukur.

Keesokan harinya, tepat pada 17 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, jalanan Kalurahan Mororejo bakal diramaikan oleh pawai karnaval warna-warni dengan titik awal dan akhir di Lapangan Mororejo.

Sebagai penutup deretan kegiatan, panggung puncak acara akan digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026 mulai pukul 07.00 WIB di Halaman SD Muhammadiyah Domban 2.

Panitia juga mengonfirmasi telah melayangkan undangan resmi kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk hadir menyapa warga.

Puncak perayaan tersebut akan dimeriahkan dengan jalan sehat keluarga, bazar UMKM lokal untuk menggerakkan ekonomi warga, pembagian doorprize menarik, serta panggung hiburan masyarakat.

Lewat sinergi anak muda dan partisipasi aktif seluruh warga, Karanggawang membuktikan bahwa semangat kemerdekaan paling nyata hidup dari hangatnya kebersamaan di tingkat padukuhan. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
HUT ke-81 RI Karanggawang Pitulasan Info Sleman Lomba 17an sleman