Siasat Tirta Handayani Jaga Pasokan Air Gunungkidul saat Puncak Kemarau Panjang

Editor Content • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:19 WIB
Petugas Bagian Pemeliharaan bersama tim PDAM Tirta Handayani Cabang Seropan melakukan redesain sistem pompa di reservoir sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan pelayanan air bersih. (Dok. PDAM Tirta Handayani)
Petugas Bagian Pemeliharaan bersama tim PDAM Tirta Handayani Cabang Seropan melakukan redesain sistem pompa di reservoir sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan pelayanan air bersih. (Dok. PDAM Tirta Handayani)

GUNUNGKIDUL - Terik matahari terasa menyengat di bumi Handayani. Memasuki Agustus, gelombang cuaca kering kian menekan persediaan air warga. Menanggapi ancaman yang rutin menyapa setiap tahun ini, Perumda Air Minum Tirta Handayani bergerak cepat memperkuat jaringan distribusi. Sejumlah infrastruktur vital ditata ulang demi memastikan napas kehidupan warga di kawasan selatan tetap terjaga.

Salah satu capaian penting adalah selesainya pembangunan infrastruktur penampungan air baru di Tanjungsari dan Tepus. Fasilitas seperti Reservoir Booster Gerotan di Kalurahan Hargosari kini resmi beroperasi. Bak raksasa ini menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat di kawasan Hargosari, Sidorejo, Tepus, hingga Ngestirejo agar tidak lagi terbelenggu krisis air bersih.

Namun, menghadirkan air di wilayah batuan kapur bukanlah urusan sepele. Keberadaan reservoir harus diimbangi debit aliran yang memadai dari pusat pengambilan. Evaluasi internal menunjukkan bahwa pasokan ke Booster Gerotan masih perlu didorong. Saat ini, mesin berdaya 37 kW yang ada baru sanggup menyedot air sekitar 12 liter/detik, sementara idealnya dibutuhkan debit hingga 15 liter/detik agar distribusi berjalan optimal.

Oleh karena itu, penambahan mesin pompa 15 kW tengah disiapkan di titik Intake Bribin, aliran sungai bawah tanah yang menjadi urat nadi pasokan air setempat. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak jangkauan air hingga ke sudut-sudut Tepus dan Girisubo.

Baca Juga: Pilot Malaysia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Polisi Sita Sabu dan 70 Ribu Butir Ekstasi

Meski demikian, pihak pengelola tidak ingin terburu-buru tanpa kalkulasi yang matang. Pemasangan pompa baru menuntut penghentian sementara mesin yang sedang beroperasi, yang berisiko memutus aliran ke rumah-rumah warga.

“Rencana tersebut masih kami pertimbangkan karena saat ini pelayanan dari Bribin masih belum semuanya teraliri air,” tutur Humas Tirta Handayani Gunungkidul, Rachmad Is Nugroho, Selasa (4/8/2026).

Ia menegaskan, tim lapangan saat ini fokus melakukan pemindahan dan penataan instalasi secara matang agar proses integrasi mesin baru nantinya tidak mengganggu pasokan yang sedang berjalan.

Kabar baik justru berembus dari kawasan pesisir. Penataan ulang jaringan dan peremajaan pompa berdaya 30 kW di Intake Baron membuahkan hasil manis. Denyut pariwisata pantai kini tidak lagi terkendala masalah air bersih. Rachmad memastikan bahwa distribusi air di area pantai saat ini sudah mengalir dengan lancar.

Baca Juga: New Honda Vario Evo 160 Sapa Warga Jogja di Regional Public Exhibition

Pekerjaan rumah ini terasa kian mendesak mengingat prediksi cuaca dari BMKG Yogyakarta. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengungkapkan bahwa kondisi terkering diproyeksikan bertahan cukup lama.

“Agustus menjadi periode puncak musim kemarau di wilayah Gunungkidul dan diperkirakan berlangsung hingga awal November,” ungkap Purwono.

Antisipasi dini pun telah diambil. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan status siaga darurat kekeringan sekaligus menyiapkan armada tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih secara berkala. Bagi masyarakat pesisir selatan, setiap tetes air yang mengalir dari reservoir maupun bantuan tangki adalah penyambung asa untuk melewati teriknya puncak musim kemarau tahun ini. (cr1)

---

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Kekeringan Gunungkidul Tirta Handayani Air Bersih Gunungkidul Puncak Musim Kemarau Reservoir Bribin