KULON PROGO - Peristiwa dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali membayangi wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Belum genap satu bulan berselang dari kejadian sebelumnya, kasus serupa kini melanda puluhan pelajar di SMKN 1 Nanggulan, Kapanewon Nanggulan. Kejadian ini membuat belasan siswa terpaksa absen bersekolah akibat kondisi fisik yang melemah.
Isyarat awal timbulnya masalah baru terdeteksi pada Selasa (4/8) pagi. Pihak sekolah mulanya tidak menduga adanya kejanggalan sebab pada Senin (3/8) malam tak ada laporan keluhan dari para murid pasca-menyantap hidangan MBG.
Namun, kecurigaan mulai menyeruak ketika deretan bangku kelas mendadak kosong.
“Yang tidak berangkat kemarin Selasa, ada sekitar 20 siswa,” ungkap Humas SMKN 1 Nanggulan, Hudaini Kurnianto, saat ditemui di lingkungan sekolah, Rabu (5/8).
Tingginya angka ketidakhadiran murid dengan alasan sakit mendorong pihak sekolah melakukan penelusuran lebih mendalam.
Hasil pendataan menunjukkan puluhan siswa mengalami gejala khas keracunan makanan, seperti sakit perut, mual, muntah, hingga diare.
Tak hanya mereka yang berdiam di rumah, sekitar 41 siswa yang tetap berupaya hadir di sekolah rupanya juga merasakan keluhan serupa sejak malam hari.
Baca Juga: Dari Borneo FC hingga PSM, Yogyakarta Kembali Jadi Magnet Training Camp Klub Liga Indonesia
Dampak yang dialami sebagian siswa tergolong cukup berat. Menghadapi situasi tersebut, pihak sekolah bergerak cepat menghubungi Puskesmas Nanggulan untuk penanganan medis. Sebanyak 10 pelajar yang menderita gejala intensif langsung mendapatkan tindakan rawat jalan.
“Satu siswa ada yang dirujuk ke RSUD Nyi Ageng Serang, juga rawat jalan,” tambah Hudaini.
Hingga Rabu (5/8), dampak peristiwa ini masih terasa. Sebanyak 23 siswa dilaporkan belum bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar karena masih dalam proses pemulihan. Menyikapi insiden ini, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman pasokan MBG hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pihak sekolah menyatakan bahwa selama ini kualitas pelayanan MBG berjalan sangat baik tanpa kendala berarti. Oleh karena itu, sekolah enggan terburu-buru mengambil kesimpulan dan memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Dinas Kesehatan Kulon Progo.
Baca Juga: Viral di Medsos, Aksi Begal di Pakem Sleman Sadis, Pengendara Dianiaya dan Kehilangan Rp 4,5 Juta
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket hidangan MBG tersebut disediakan oleh SPPG Janti Mubarok pada Senin (3/8). Menu yang disajikan terdiri dari nasi, olahan ayam goreng atau bakar, tempe kemul, sayuran, serta buah segar. Dugaan sementara mengarah pada lauk olahan ayam yang dikonsumsi, mengingat sejumlah siswa sempat mengeluhkan kondisi daging ayam yang terindikasi belum matang sempurna. (gas)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja