GUNUNGKIDUL - Penantian panjang penuh kesabaran yang dijalani Anidya, atau yang akrab disapa Dik Ida, beserta keluarganya akhirnya berbuah manis.
Warga Padukuhan Surodadi, Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul ini resmi menerima hak santunan cacat tetap dari PT Jasa Raharja pada Rabu (5/8/2026).
Pencairan dana santunan tersebut menjadi titik terang setelah proses pengajuan klaim sempat tertahan cukup lama akibat kendala kelengkapan berkas administrasi.
Tragedi pilu ini bermula dari musibah kecelakaan lalu lintas parah yang dialami Dik Ida pada 2023 silam.
Baca Juga: Proses Pemberhentian Dukuh Banyon Resmi Masuk Meja Bupati Bantul, Warga Terima Sertifikat Digadaikan
Peristiwa tragis itu mengakibatkan trauma fisik hebat, termasuk gegar otak berat serta patah tulang serius di bagian pinggul dan tangan.
Kondisinya sempat kritis hingga harus menjalani perawatan intensif di RS Bethesda Yogyakarta dan koma selama lebih dari satu bulan.
Dampak dari musibah tersebut merenggut masa mudanya, di mana Dik Ida mengalami cacat permanen dan memerlukan perawatan medis jangka panjang.
Selama delapan bulan awal pemulihan, ia bahkan harus bergantung pada selang sonde untuk mendapatkan asupan nutrisi.
Baca Juga: Mengapa Konten Hook 3 Detik Bisa Mengubah Psikologi Penonton?
Hingga kini, Dik Ida masih harus rutin melakukan kontrol bulanan ke dokter spesialis saraf demi menjaga kondisi kesehatannya.
Perjuangan keluarga untuk mendapatkan hak santunan sempat menemui jalan buntu.
Meskipun berkas pengajuan telah disusun sesuai arahan pihak rumah sakit, dokumen tersebut sempat dinyatakan belum lengkap saat diverifikasi oleh Jasa Raharja tingkat pusat.
Titik balik terjadi pada April lalu ketika Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turun tangan dan memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Bupati menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi koordinasi interdepatemen hingga seluruh kekurangan dokumen berhasil dilengkapi.
Baca Juga: Pendaftaran Pilur Tiga Kalurahan di Bantul Diperpanjang, Patalan Justru Dibanjiri Pendaftar
Rasa haru tak mampu disembunyikan oleh Aris Utami, ayah kandung Dik Ida. Saat menerima santunan tersebut, Aris mengungkapkan rasa syukur mendalam karena bantuan ini akan sangat membantu biaya pengobatan rutin serta kebutuhan harian putri tercintanya.
"Alhamdulillah membaik. Sebelumnya muka Annida belum begitu cerah (pucat), sekarang ada banyak perubahan," tutur Aris lega.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul berharap agar santunan yang dicairkan ini dapat sedikit meringankan beban finansial keluarga dalam mendampingi proses pemulihan Dik Ida. Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai iktibar bersama untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di jalan raya.
"Jangan sampai kejadian yang menimpa Dik Ida terulang pada anak-anak kita yang lain," tegas Bupati Endah.
Baca Juga: Inovasi AI Kesehatan di UMY: Penolong Tenaga Medis, Bukan Pengganti Peran Humanis Dokter
Bagi keluarga di Ponjong ini, cairnya santunan bukan sekadar tentang nominal rupiah, melainkan wujud kepastian dan keadilan yang memberikan napas lega bagi keberlangsungan perawatan Dik Ida ke depan. (cr1)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja