BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Nanggulan Kulon Progo Usai Dugaan Keracunan MBG, Penyimpanan Ayam Jadi Sorotan

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:49 WIB
PULIH: Siswa SMKN 1 Nanggulan kembali beraktivitas seperti biasa setelah mengalami gejala keracunan. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PULIH: Siswa SMKN 1 Nanggulan kembali beraktivitas seperti biasa setelah mengalami gejala keracunan. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 KULON PROGO - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat menyusul dugaan keracunan yang diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nanggulan Jatisarono kini menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu guna mendukung proses investigasi menyeluruh.

Keputusan tersebut diambil setelah puluhan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Nanggulan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu MBG. Meski dugaan mengarah pada makanan yang disajikan, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Harsono Budi Waluyo, menegaskan BGN berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat. Oleh sebab itu, setiap indikasi kejadian yang berpotensi membahayakan kesehatan akan ditindaklanjuti secara serius.

"Operasional SPPG kami hentikan sementara untuk kepentingan investigasi dan evaluasi menyeluruh," ujar Harsono dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Baca Juga: Derby DIY PSIM vs PSS Berpeluang Digelar di Jogja, Polda Siapkan Pertemuan dengan Klub dan Suporter

Menurutnya, penghentian sementara operasional bertujuan memberikan ruang bagi proses pemeriksaan tanpa mengganggu pengumpulan bukti maupun evaluasi sistem penyediaan makanan.

Dalam penanganan kasus ini, KPPG bekerja sama dengan berbagai instansi. Koordinasi dilakukan bersama Puskesmas Nanggulan untuk memastikan kondisi kesehatan siswa yang terdampak terus dipantau dan mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, investigasi juga melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo serta Laboratorium Kesehatan Daerah. Tim melakukan penyelidikan epidemiologi sekaligus mengambil berbagai sampel yang akan diuji guna mengetahui sumber pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Harsono mengatakan, hasil laboratorium nantinya akan menjadi dasar utama dalam menentukan penyebab kejadian sekaligus langkah lanjutan yang akan ditempuh BGN terhadap operasional SPPG.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Kulon Progo Meluas, Siswa dan Guru SMPN 1 Nanggulan Ikut Alami Mual hingga Diare

Di tengah proses investigasi, KPPG menemukan sejumlah indikasi yang memerlukan pendalaman lebih lanjut. Salah satu temuan awal berkaitan dengan proses penyimpanan lauk hewani berupa ayam.

Berdasarkan standar operasional, ayam yang telah dimasak memiliki batas waktu penyimpanan tertentu agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga. Namun, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan lauk ayam diduga disimpan lebih lama dari ketentuan yang seharusnya.

Meski demikian, Harsono menegaskan temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab dugaan keracunan.

Selain persoalan penyimpanan, tim juga menemukan ketidaksesuaian dalam prosedur penyimpanan sampel makanan. Berdasarkan ketentuan BGN, setiap proses produksi makanan wajib menyisihkan satu sampel lengkap dari setiap kloter masak sebagai bahan evaluasi apabila terjadi insiden.

Baca Juga: UGM Jogja Investigasi Dugaan Dokter PPDS Cibir Pasien BPJS, FKKMK Tegaskan Empati dan Etika Tak Bisa Ditawar

Dalam pemeriksaan awal, sampel lauk ayam bakar yang diduga dikonsumsi para siswa ternyata tidak tersedia. Kondisi tersebut membuat proses penelusuran menjadi lebih kompleks karena salah satu komponen menu tidak dapat langsung diuji.

"Temuan awal tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan akhir," kata Harsono.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono, memastikan pemerintah daerah telah menerima laporan terkait dugaan keracunan tersebut dan langsung mengaktifkan Satuan Tugas MBG daerah untuk melakukan penelusuran.

Ia menyebut Puskesmas Nanggulan telah memberikan pelayanan kesehatan kepada para siswa maupun guru yang mengalami keluhan. Berdasarkan pemantauan sementara, seluruh korban dalam kondisi membaik dan tidak ada yang memerlukan perawatan inap di rumah sakit.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Palagan Sleman, Dua Mahasiswa Tewas Usai Motor Oleng dan Tabrak Tembok

"Kami akan terus update hasilnya, sekarang tim terus bergerak," ujar Triyono.

Pemerintah daerah bersama BGN menegaskan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh dan berbasis bukti ilmiah. Hasil uji laboratorium nantinya menjadi acuan untuk menentukan penyebab pasti kejadian sekaligus mengevaluasi sistem penyediaan Makan Bergizi Gratis agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (gas)

Editor : Iwa Ikhwanudin
bgn Berita Jogja Makan Bergizi Gratis kulon progo Nanggulan