Aplikasi SIMETRIS Hadir di Jogja, Pantau Dapur Makan Bergizi Gratis dari Petani hingga Piring Anak

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:13 WIB
ILUSTRASI: Penerima Manfaat MBG mengalami mual muntah akibat keracunan, Januari 2026 lalu. (Foto: ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA) 
ILUSTRASI: Penerima Manfaat MBG mengalami mual muntah akibat keracunan, Januari 2026 lalu. (Foto: ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA) 

 JOGJA - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat muncul di sejumlah daerah membuat banyak pihak gelisah. Di Yogyakarta, Yayasan Bijana Paksi Sitengsu merespons persoalan itu dengan menghadirkan solusi digital bernama Aplikasi Sistem Manajemen Rantai Pasok Terintegrasi atau SIMETRIS. Aplikasi ini dirancang untuk mengawasi seluruh proses dapur MBG secara ketat, mulai dari bahan baku hingga makanan sampai di tangan siswa.

Pelaksana Harian Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, Kartika Megawardhani, menekankan bahwa perbaikan sistem tata kelola dapur menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, sanksi administratif saja tidak cukup jika pengawasan operasional masih longgar. “SIMETRIS mengedepankan transparansi sekaligus mencegah kasus keracunan makanan. Kami siap bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional maupun pengelola dapur MBG di Jogja yang ingin menggunakannya,” ujarnya, Jumat (7/8).

Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial. Selain menjamin mutu pangan untuk anak sekolah, sistem tersebut juga menghubungkan rantai pasok dengan petani lokal dan pelaku UMKM tanpa menambah beban biaya operasional di lapangan. Tujuannya agar program MBG semakin berkualitas dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari siswa, petani, hingga pelaku usaha kecil.

IT Development SIMETRIS, Fajar Saptono, menjelaskan bahwa aplikasi ini memastikan transparansi penuh dari hulu ke hilir. Setiap dapur dapat melacak asal-usul bahan baku secara akurat, mulai dari petani atau produsen lokal, proses distribusi, hingga makanan siap disajikan. Pencatatan digital ini dinilai mampu menekan kelalaian, menghindari bahan yang tidak layak, serta mencegah risiko keracunan sejak dini.

Baca Juga: 49 Sekolah di Kulon Progo Dapat Bantuan Rp 17,9 Miliar, Gedung Rusak Berat Segera Direvitalisasi

Tak hanya itu, SIMETRIS dilengkapi fitur pengukuran tumbuh kembang gizi dan sistem pelacakan stunting. Pengelola dapur serta tenaga pendamping bisa memantau perkembangan berat badan, tinggi badan, dan kurva pertumbuhan anak secara berkala. Data tersebut terhubung langsung dengan pencatatan harian dapur, sehingga efektivitas intervensi gizi dapat dievaluasi secara real-time. Langkah ini diharapkan membuat setiap porsi makanan benar-benar tepat sasaran dan berkontribusi pada penurunan angka stunting.

Melalui Command Center SIMETRIS, pengguna dapat memantau berbagai informasi penting sekaligus. Di antaranya status pengiriman makanan ke sekolah, progres batch menu dan persiapan harian, jumlah siswa yang terlayani, standar gizi porsi, serta sistem peringatan otomatis jika terjadi keterlambatan, kendala gizi, atau timer memasak yang bermasalah.

Seluruh alur kerja dicatat menggunakan perangkat digital seperti tablet, barcode scanner, dan ponsel kurir. Mulai dari perencanaan resep oleh ahli gizi, pemesanan ke pemasok, pengolahan dengan timer digital, packing porsi, hingga laporan perjalanan kurir. Inovasi ini memudahkan yayasan yang mengelola satu maupun banyak dapur untuk mengontrol operasional secara transparan, efektif, dan akurat.

Dengan kehadiran SIMETRIS, program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta diharapkan berjalan lebih aman dan berkualitas. Anak-anak bisa menikmati makanan bergizi tanpa khawatir, sementara petani dan UMKM lokal ikut merasakan manfaat ekonomi dari rantai pasok yang lebih terintegrasi. (ayu) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Aplikasi SIMETRIS Jogja Makan Bergizi Gratis MBG Pengawasan Dapur MBG Cegah Keracunan Makanan Sekolah Tracking Stunting Digital