SLEMAN – Pagi di kawasan lereng Merapi berubah menjadi duka bagi keluarga Tukiyat, warga Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman. Pria yang juga dikenal dengan nama Yatno Wiyono itu mengalami kecelakaan saat mencari rumput di sekitar objek wisata Bukit Klangon, Minggu (9/8/2026).
Tukiyat berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB. Aktivitas mencari rumput tersebut menjadi rutinitas yang biasa dilakukan. Namun, beberapa jam kemudian, keluarga justru menerima kabar mengejutkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh pengelola Wisata Bukit Klangon.
Kejadian bermula ketika anak korban, Sukirah, menyusul ke lokasi untuk mencari keberadaan ayahnya. Sesampainya di kawasan tersebut, Sukirah tidak menemukan Tukiyat.
Baca Juga: Senam Pagi Berujung Petaka di Sleman, Tembok SDN Minomartani 2 Roboh Timpa 10 Warga
Yang terlihat justru hanya sejumlah barang milik korban, yakni topi dan sabit.
Khawatir terjadi sesuatu, Sukirah kemudian mencoba mencari ke area bawah tebing. Saat itulah ia melihat sang ayah berada di dasar tebing dengan kedalaman sekitar empat meter.
“Korban diduga terperosok ke tebing dengan kedalaman kurang lebih empat meter,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (9/8).
Sukirah kemudian meminta pertolongan dengan berteriak. Teriakannya terdengar oleh wisatawan yang sedang berada di kawasan Bukit Klangon.
Baca Juga: Kabut Tebal Selimuti Kulon Progo Setiap Pagi, Warga Diminta Waspada Saat Berkendara
Wisatawan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas di pos retribusi wisata. Informasi selanjutnya diteruskan kepada Komunitas Siaga Merapi yang berada di kawasan tersebut.
Sekitar pukul 09.00 WIB, pengelola wisata bersama anggota komunitas dan warga setempat bergerak menuju lokasi korban.
Tim gabungan kemudian melakukan pengecekan di dasar tebing. Namun, sesampainya di lokasi, korban ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Rombongan yang sampai di lokasi mendapati Mbah Tukiyat Yatno Wiyono sudah meninggal dunia,” ungkap Bambang.
Baca Juga: Aduan Evakuasi Nonkebakaran di Jogja Melonjak, Damkarmat Mulai Selektif Tangani Laporan
Tidak ditemukan luka luar pada tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan awal. Meski demikian, penyebab pasti korban meninggal setelah terjatuh masih menjadi bagian dari penanganan di lokasi.
Setelah berkoordinasi dengan keluarga, korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka. Proses pemulangan jenazah dilakukan menggunakan ambulans milik Komunitas Siaga Merapi.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di kawasan lereng Merapi. Medan di sekitar Bukit Klangon memiliki kontur yang tidak selalu mudah dilalui, terutama ketika aktivitas dilakukan di sekitar tebing.
Kecelakaan dapat terjadi dalam waktu singkat, bahkan ketika seseorang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari yang telah biasa dilakukan.
Kawasan Bukit Klangon selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di lereng Merapi. Di balik pemandangan dan udara sejuk yang menjadi daya tariknya, terdapat pula medan alam yang membutuhkan kewaspadaan.
Bagi warga maupun pengunjung yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, kehati-hatian menjadi hal penting, terutama ketika mendekati tepian tebing atau area dengan kemiringan tajam.
Pagi yang semula dimulai dengan rutinitas mencari rumput akhirnya berubah menjadi kabar duka. Tukiyat ditemukan di dasar tebing, sementara keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang yang mereka cintai. (del)
Editor : Iwa Ikhwanudin