Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Chocó Colombia: 47 Orang Tewas, Operasi Pencarian Korban Masih Berlangsung di San José del Palmar

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 02:55 WIB
Gempa dahsyat guncang Colombia.
Gempa dahsyat guncang Colombia.

 BOGOTA - Sebuah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat Colombia pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, tepat di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó. Guncangan ini tercatat sebagai yang terkuat di negara itu dalam satu dekade terakhir. Sedikitnya 47 orang dinyatakan tewas berdasarkan laporan awal, sementara tim penyelamat masih bekerja keras mencari warga yang terjebak di bawah puing bangunan yang runtuh.

Menurut data dari United States Geological Survey (USGS) dan Servicio Geológico Colombiano, pusat gempa berada sekitar lima kilometer dari San José del Palmar dengan kedalaman sekitar 107 kilometer. Guncangan terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat. Getaran terasa kuat hingga ke kota-kota besar seperti Bogotá, Medellín, Cali, Pereira, dan Manizales. Warga di ibu kota berhamburan ke jalanan setelah alarm berbunyi dan bangunan goyang hebat.

Di Chocó, yang sebagian besar wilayahnya terpencil dan sulit dijangkau, kerusakan infrastruktur cukup parah. Rumah-rumah, bangunan umum, serta fasilitas listrik dan komunikasi terganggu. Gubernur Chocó, Nubia Carolina Córdoba-Curi, melaporkan adanya korban luka dan kerusakan signifikan di ibu kota departemen, Quibdó. Di daerah tetangga, Risaralda dan Valle del Cauca, jumlah korban meninggal lebih tinggi. Di Pereira saja, setidaknya 18 orang tewas, sementara di Valle del Cauca angka mencapai 27, termasuk beberapa anak-anak.

Bandara-bandara di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura sempat menghentikan operasi penerbangan karena kerusakan. Terminal Bandara Matecaña di Pereira dilaporkan mengalami kerusakan parah. Di Cali, lebih dari 20 bangunan ambruk, dan warga serta petugas masih mencari orang-orang yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Sultan HB X Soroti Anggaran Pemkab di DIY: Jangan Boros, Ujungnya Masyarakat yang Menanggung

Dua gempa susulan dengan magnitudo 2,8 dan sekitar 4,8–5,0 juga tercatat. Otoritas menghimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak. Presiden Abelardo de la Espriella, yang baru dilantik pada 7 Agustus 2026, langsung mengambil alih koordinasi tanggap darurat. Ia mengerahkan pos komando terpadu dan menegaskan prioritas utama adalah menyelamatkan mereka yang masih terjebak.

Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan kerabat kini menunggu kepastian. Di tengah keprihatinan, solidaritas muncul. Warga saling membantu membersihkan puing, sementara petugas medis dan tentara dikerahkan ke lokasi terdampak. Para ahli mengingatkan bahwa wilayah pesisir Pasifik Colombia berada di zona Cincin Api, sehingga gempa kuat bukan hal baru, meski magnitudo 7,4 ini termasuk yang jarang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir.

Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di beberapa titik. Angka korban diperkirakan masih bisa berubah seiring laporan dari daerah-daerah terpencil yang baru bisa dijangkau. Pemerintah Colombia telah menyatakan keadaan darurat untuk mempercepat bantuan logistik, medis, dan logistik ke wilayah terdampak.

Gempa ini menjadi ujian bagi pemerintahan yang baru saja dilantik beberapa hari sebelumnya. Sementara itu, negara-negara tetangga seperti Ekuador dan Panama juga merasakan guncangan, meski kerusakan di sana relatif minimal. Warga di seluruh Colombia kini hidup dalam kewaspadaan, menunggu kepastian setelah guncangan yang mengubah pagi yang biasa menjadi hari penuh duka.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Gempa Colombia San Jose del Palmar bencana alam gempa tanggap darurat