Gelombang Tinggi 5 Meter Hantam Pantai Trisik Kulon Progo, Enam Bangunan Rusak dan Warga Mulai Mengungsi

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:29 WIB
Warga pesisir Pantai Trisik mengevakuasi barang-barang yang tertinggal. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
Warga pesisir Pantai Trisik mengevakuasi barang-barang yang tertinggal. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 KULON PROGO – Suasana di kawasan Pantai Trisik, Kulon Progo, berubah mencekam pada Selasa (11/8/2026). Gelombang laut berukuran besar menerjang pesisir selatan sejak pagi. Ombak yang diperkirakan mencapai sekitar lima meter itu menggerus bibir pantai dan memicu abrasi cukup parah.

Terjangan gelombang tinggi tidak hanya mengubah garis pantai. Sejumlah bangunan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas warga ikut terdampak. Sedikitnya enam bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas tiga kios makanan, satu kamar mandi, serta dua rumah warga.

Kondisi tersebut membuat warga Pantai Trisik meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah pemilik kios memilih menyelamatkan barang dagangan dan peralatan yang masih bisa digunakan sebelum kembali dihantam ombak.

Sebagian warga yang rumahnya berada terlalu dekat dengan garis pantai juga mulai mencari tempat yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang kembali menerjang kawasan permukiman.

Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Chocó Colombia: 47 Orang Tewas, Operasi Pencarian Korban Masih Berlangsung di San José del Palmar

Salah seorang pemilik kios makanan di Pantai Trisik, Sudarsih, mengatakan gelombang besar mulai menerjang kawasan pantai sejak pagi. Kios yang telah menjadi tempatnya berjualan selama belasan tahun kini mengalami kerusakan cukup parah.

Menurut Sudarsih, gelombang tinggi sebenarnya bukan fenomena yang sepenuhnya baru bagi warga pesisir Trisik. Kondisi serupa pernah terjadi ketika memasuki momentum Suro. Namun, besarnya gelombang kali ini kembali membuat warga harus bersiap menghadapi risiko kerusakan.

“Gelombangnya cukup besar tahun ini, kemarin waktu Suro sempat tinggi juga,” kata Sudarsih saat ditemui di Pantai Trisik, Selasa (11/8/2026).

Kerusakan yang terjadi pada dua kios miliknya membuat Sudarsih segera mengamankan berbagai barang. Ia tidak ingin mengambil risiko dengan tetap membiarkan peralatan dan barang dagangan berada di dalam kios.

Baca Juga: Sultan HB X Soroti Anggaran Pemkab di DIY: Jangan Boros, Ujungnya Masyarakat yang Menanggung

Kekhawatiran warga semakin besar karena informasi yang mereka terima menyebutkan gelombang tinggi diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar sepekan. Jika kondisi tersebut bertahan, ancaman abrasi dan kerusakan bangunan di sekitar pesisir masih mungkin terjadi.

Personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Rico Bangun, mengatakan gelombang tinggi mulai terlihat sekitar pukul 06.00 WIB. Saat gelombang menerjang, belum ada aktivitas masyarakat di sekitar Pantai Trisik sehingga tidak terdapat laporan korban akibat kejadian tersebut.

Meski demikian, dampak terhadap bangunan cukup terasa. Tiga kios pantai, dua rumah warga, serta fasilitas umum mengalami kerusakan setelah diterjang gelombang.

“Hari ini mulai terlihat gelombang tinggi, perkiraan lima meter,” ujar Rico.

Baca Juga: Audit Investigasi Eks Lurah Garongan Kulon Progo Ungkap Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang

Selain merusak bangunan, gelombang tinggi juga mempercepat proses abrasi di Pantai Trisik. Dalam kejadian tersebut, garis pesisir terkikis hingga sekitar lima meter.

Rico menyebut fenomena gelombang tinggi merupakan siklus yang kerap terjadi setiap tahun di kawasan pesisir selatan Kulon Progo. Karena itu, masyarakat setempat relatif memahami pola tersebut dan telah melakukan langkah antisipasi, termasuk mengamankan barang-barang dari kios.

Meski sudah terbiasa menghadapi gelombang besar, kerusakan yang kembali terjadi menjadi pengingat bahwa kehidupan warga pesisir Pantai Trisik selalu berdampingan dengan dinamika laut. Ketika ombak meninggi, bukan hanya aktivitas ekonomi yang terhenti, tetapi juga rasa aman warga yang tinggal paling dekat dengan laut ikut dipertaruhkan. (gas) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Abrasi Pantai Pesisir Selatan Kulon Progo gelombang tinggi kulon progo pantai trisik